Menjalin Komunikasi Intim dengan Siswa

Ini saya terapkan dengan beberapa batasan. Lebih saya terapkan untuk mereka di jenjang SMP. Alasannya, agar saya lebih jauh memahami mereka. Kalau saya kebanyakan marah dan berlaku seperti mengajar anak SMA, jelas nggak akan ngaruh.

Pertama kali saya pakai metode untuk anak SMP. Pikir saya, ketika saya kasih materi dilanjut penjelasan dan akhirnya soal itu akan berjalan mudah nan mulus. Intinya semua dilakukan dengan cepat, tapi nyatanya ya nggak bisa. Mereka lebih butuh banyak waktu untuk mencerna. Misalkan juga, saya nggak bisa makai bahasa terlalu tinggi kepada mereka. Saya harus pelan namun pasti.

Nah yang sudah pernah saya ceritakan, saya megang 4 kelas untuk kelas 7. Saya terapkan komunikasi intim dengan mereka, kalau nggak gitu bawaan saya marah-marah. Haha inilah salah satu alasan saya nggak mau ngajar SD atau SMP tingkat pertama, suka nggak bisa sabar.

Saya harus sabar nunggu mereka mencatat atau mengerjakan soal. Di sela-sela kegiatan tersebut sudah dipastikan mereka bakalan riuh. Riuh capek dan bersenda gurau dan itu adalah saat-saat berkomunikasi intim dengan mereka saya terapkan. Ya ditegur, tapi lebih pelan dan lebih kepada memahami.

Kadang saya tanyakan beberapa hal mengenai sekolah atau keseharian mereka. Dengan tujuan menjalin komunikasi apik ke mereka. Ketika saya berlaku demikian efek yang mereka berikan juga positif. Mereka menjadi nyaman dengan saya dan proses belajar juga terkondisikan. Tapi jelas harus ada batasan, di mana ada saatnya saya harus menertibkan mereka.

Obat yang saya berikan ke anak SMP dan SMA jelas berbeda. Walau tak menutup kemungkinan untuk jalin komunikasi intim ke anak SMA juga.

5 tanggapan pada “Menjalin Komunikasi Intim dengan Siswa”

  1. Pingback: Teristimewa di Tahun 2018 – Tulisan-nya Vera

Tinggalkan Balasan