Berbagi Pengalaman Proses Seleksi Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang

Ada beberapa orang bertanya ke saya bagaimana proses ujian seleksi mahasiswa pascasarjana, lebih tepatnya di Universitas Negeri Malang. Dikarenakan saya nggak terlalu suka ngetik panjang di chat, jadi saya putuskan untuk buat tulisan mengenai ini. Pun, saya juga udah punya plan dari awal untuk menuliskan pengalaman mengikuti tes seleksi mahasiswa pascasarjana, hingga sampai saya diterima.

Ketika saya ingin tes kemarin, kalau nggak salah bulan april, itu saya cari-cari informasi seputar pascasarjana UM dan teknis ujian dari beberapa teman yang sudah diterima. Namun, jikalau hanya tanya lewat chat itu nggak membatu menjawab yang menjadi tanya saya. Kebetulan memang saya stay di Blitar, jadi belum bisa ngobrol langsung sama mareka. Kalau lewat chat menurut saya masih belum efektif. Saya nyari secara acak, siapa tahu ada tulisan pengalaman tes pasca di UM atau kampus lain yang bisa dijadikan referensi atau gambaran awal. Tujuan saya bikin tulisan ini, semoga nantinya tulisan ini akan sedikit memberikan gambaran bagi calon mahasiswa pascasarjana di UM atau kampus lain (mungkin sedikit mirip teknisnya).

Baca juga : Berbagi Pengalaman Kuliah di Intipjurusan Yuk.

Di UM pendaftaran mahasiswa pascasarjana itu memang dibuka pada semester baru (tahun ajaran baru), jadi nggak dibuka setiap semeter seperti kampus lain. Sebelumnya, yang saya tahu itu hanya ada 2 gelombang saja proses ujian pascasarjana, namun tahun ini ada 3 gelombang. Itu pun saya tahu setelah saya ujian pada gelombang 2. Saya sempat khawatir bakalan nggak diterima lagi setelah tahu info ujian pasca ada gelombang 3-nya.

Saya ujian bulan april tahun ini (ujian pertama). Persiapan serba terburu-buru, terburu-buru juga dari saya pribadi. Mulai mempersiapkan berkas, belajar, hingga saya terburu akan ambisi. Alhasil, di ujian gelombang pertama saya nggak lolos. Sempat frustasi karena mungkin seumur-umur saya belum pernah merasakan yang namanya kegagalan. Ini mungkin karena setiap saya masuk ke sebuah sekolah sampai perguruan tinggi saya nggak pernah tes. Kalau nggak pakai nilai UN ya pakai nilai rapor (masuk perguruan tinggi S1 dulu). Benar-benar merasa gagal, kek nggak percaya dan sempet frustasi. Eh nangis jugalah, kalau nggak nangis nggak mendalami peran hehe.

Dikarenakan saya adalah salah satu orang yang kelewat ambisus, saya memutuskan untuk mendaftar ujian lagi. Plus membuktikan kepada diri sendiri, sejauh mana kemampuan saya.

Sedikit cerita, di ujian pertama mungkin ada beberapa faktor yang ngebuat saya belum bisa lolos ujian. Selain dari kemampuan akademik, saya rasa faktor lainnya adalah saya sendiri. Sifat kurang terpuji dari saya, ambius dan sedikit kurang apik niat buat sekolah lagi. Dan kala itu, saya rasa orang tua belum terlalu ridho ketika saya meminta untuk lanjut sekolah. Proses perjuangan itu ada titik bukanya ketika saya mengungkapkan dengan sungguh-sungguh niat saya buat lanjut sekolah. Hingga benar adanya orang tua benar meridhoi, sampai saya dinyatakan lulus ujian gelombang 2. Benar adanya ridho Allah itu juga ridhonya orang tua.

Menuju ujian kedua, saya merasa jalan yang saya lewati mulus. Ya berkat doa dan dukungan orang tua. Saya pun kala itu mencoba bersikap biasa, nggak melewati batas kemampuan saya. Insyallah saya belajar banyak-banyak berpasrah kala itu. Kalau nggak lolos lagi ya mungkin belum rejekinya, masih ada pintu-pintu menggapai cita lainnya.
Maaf ya kepanjangan curhatnya…

Jadi persyaratan (berkas) yang harus dipersiapkan untuk mengikuti seleksi mahasiswa pascasarjana Universitas Negeri Malang sebagai berikut :

Sertifikat Toefl

Saya masih lumayan lemah kemampuan bahasa Inggris. Rada khawatir sih karena pihak universitas juga menentukan batas skor minimal toefl. Sebelum-sebelumnya di UM itu nggak ada batas mininum untuk skor toefl, yang penting punya sertifikat toefl. Infromasi tersebut dari beberapa kawan saya yang sudah duluan masuk pascasarjana UM. Jadilah saya rada ciut sih. Saya pernah tes toefl sebelumnya, itu pun skor nggak sampai 350. Oh ya skor yang harus dicapai yakni 450 ya untuk apply ke UM. Saya tes toefl di Blitar karena nggak memungkinkan ke Malang. Gagal di tes pertama dan alhamdulillah lolos di tes kedua. Pelajarannya, jangan belajar nunggu butuh sih. Saya sistem kebut-kebutan buat persiapan tes.

Surat Rekomendasi Dosen

Surat rekomendasi ini bisa diunduh pada form pendaftaran. Minimal 2 surat rekomendasi dosen yang dibutuhkan. Jadi, persiapkan jauh-jauh hari ya untuk menemui dosen S1 kalian dulu. Akan lebih baik dosen pembimbing kamu atau dosen yang mengenal baik akan kamu. Di ujian pertama kesalahan saya sih gini, saya baru menemui dosen H-1 pelaksanaan ujian. Dimana hal itu malah menyulitkan untuk bertemu dosen yang benar-benar saya harapkan. Ya dapat sih surat rekomendasinya, tapi kurang maksimal.

Fotokopi Ijazah dan Transkip Nilai Terlegalisir

Ya pastilah ya berkas ini sangat penting. Persiapkan juga jauh-jauh hari ya. Minta legalisir kampus dan fakultas sebanyak-banyaknya. Jika kalaupun ada keperluan mendadak kalian nggak perlu repot, udah nyiapin dari awal.

Mungkin ketiga berkas itu saja pokoknya. Perlu kalian persiapkan juga foto ya.

Nah yang diujikan apa aja? Mekanisme ujiannya seperti apa

Jadi, setelah kita regestrasi kita akan melakukan ujian pada hari yang telah ditentukan dengan membawa berkas-berkas tersebut. Materi ujian yakni potensi akademik, bahasa Inggris, dan kemampuan bidang study.

Potensi akademik ya bentuk soalnya seperti yang sudah-sudah (sama model soalnya). Persiapannya ya banyak-banyak berlatih. Kalau punya adik atau kenalan yang punya buku latihan soal SBMPTN, bolehlah dipinjam. Atau bisa juga beli buku bekas, memang soal-soal ini harus banyak latihan. Kalau saya cari referensi soal lewat internet. Tetap saya paling lemah di matematikanya. Menyiasatinya ya dikerjakan dulu soal yang saya bisa, fokus ke sana (soal berhitung, matematika dasar). Kemudian, kerjakan secara seksama plus teliti untuk soal TPA ini. Memang butuh ketelitian karena ada banyak soal yang menjebak. Oh ya, ini juga momen pertama kalinya saya mengerjakan soal TPA di usia saya sampai sekian.

Tes bahasa Inggiris yakni soal-soal cerita. Lumayan disajikan dengan paragraf nan panjang. Pusing sih, apalagi untuk saya yang rada lemah. Tapi, masih mending ngerjain soal bahasa Inggris daripada matematika. Merdeka dari berhitung hehe.

Terakhir adalah kemampuan bidang study. Di ujian pertama memang saya sadari, saya nggak banyak persiapan. Terkesan menyepelekan, belajar pun malam harinya sebelum esok ujian. Pun, udah ngerasa pede bakalan keterima karena kata teman-teman sebelumnya, ujian hanya formalitas semata. Apalagi lulusan UM, pasti keterima. Hal tersebut sih yang buat saya frustasi di ujian pertama nggak lolos.

Persiapkan tesis ya teman-teman, lebih khusunya rencana tesis untuk studymu. Kalau di jurusan saya, Pendidikan Bahasa Indonesia soal-soalnya esai semua mencangkup kebahasaan (linguistik), sastra, serta seputar pendidikan.

Mungkin segitu saja ya. Semoga tulisan ini dapat membantu kalian yang ingin melanjutkan study, terkhusus dalam negeri dan ingin ke Universitas Negeri Malang. Semoga apa yang saya tulis ini memberikan gambaran sederhana proses seleksi mahasiswa pascasarjana UM. Semoga berhasil….

Info selengkapnya :

um.ac.id

pasca.um.ac.id

seleksi.um.ac.id

8 thoughts on “Berbagi Pengalaman Proses Seleksi Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang

Tinggalkan Balasan ke Gallant Tsany Abdillah Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *