Segera Terbiasa, Cerita Mahasiswa Baru Pascasarjana

Energi menulis terbaik untuk saat ini, saya dapatkan di pagi hari dan di kampus. Di sela-sela menunggu dosen, menunggu jam kuliah, waktu senggang apa pun lebih enak saya manfaatin buat nulis.

Seperti saat ini, saya datang lebih pagi ke kampus. Menikmati suara burung yang masih terdengar jelas di taman gedung pascasarjana. Saya memilih untuk tenggelam bersama ponsel ini, menuliskan semua yang ingin saya tulis saja di blog. Saya nggak sendiri, dekat saya banyak teman sekelas. Sesekali saya memang ikut nimbrung cerita, tapi blog ini lebih memikat perhatian saya.

Saya akan segara terbiasa dengan suasana baru ini, kembali menjadi mahasiswa. Saya akan segera terbiasa dengan segala nano-nano perkuliahan ini, termasuk gedung ini. Gedung pascasarjana yang tak terlalu besar, tapi bagi saya cukup asri ketimbang gedung sastra S1 dulu.

Saya belum pernah berlama-lama di kampus, ada keinginan ingin duduk berlama di taman ini. Tapi, saya nggak nyaman jikalau banyak orang dan berisik hehe.

Gedung ini akan menjadi saksi seorang saya dalam menapaki cita. Sampai sekarang masih banyak orang tanya ke saya alasan saya untuk lanjut sekolah. Ini adalah impian dan cita saya sejak dulu. Kedepannya saya memilih takdir Tuhan saja yang melukiskan.

Saya menuliskan apa-apa yang saya alamai selama menjadi mahasiswa, hanya sebagai peninggalan jejak saja. Untuk saya pribadi, untuk cerita pengenang masa depan saya nanti. Saya menuliskan sejarah untuk saya sendiri.

14 thoughts on “Segera Terbiasa, Cerita Mahasiswa Baru Pascasarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *