Kebun Kopi Jejak Kolonial Belanda, De Karanganjar

Ide tulisan yang memdekam lama akhirnya saya teguhkan buat segera saya tulis dan dibagikan ke teman-teman semua. Padahal saya sudah post foto di instagram, tetapi belum sempat saya membagikan cerita dibaliknya.

Dikarenakan saya sangat jarang jalan-jalan alias liburan agak jauh, agaknya jalan-jalan kala itu benar-benar mengobati. Kebetulan tempat ini adalah salah satu tempat yang kepengen saya kunjungi. Akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di sana. Berkat teman-teman baik saya, rasa penasaran terbayar sudah.

Saat ini sudah banyak tempat wisata yang menjamur. Minat akan liburan atau sekedar jalan-jalan singkat sudah menjadi gaya hidup. Jika tak punya banyak waktu, menyisihkan waktu akan padatnya rutinitas kerja atau sekolah, salah satu pilihannya adalah liburan di kota sendiri. Setidaknya sudah bisa membunuh kepenatan serta menyegarkan otak. Hemat waktu dan biaya pula.

Wisata lokal kini gencar-gencarnya diperkenalkan, termasuk di Blitar. Sudah banyak tempat wisata yang bukan hanya Makam Bung Karno atau terkenal dengan pantai-pantainya. Wisata alam seperti bukit, pegunungan, dan wisata buatan menjadi incaran baru wisatawan baik dalam atau luar kota saat berkunjung ke Blitar lo.

Hemmm, dari tadi saya berbelit-belit ya. Jadi, apa sih yang ingin saya bagikan ke kalian?

Ini nih tempat wisata yang lagi jadi sorotan. Sudah sejak tahun lalu sih, tapi saya baru dapat kesempatan di tahun ini hehe. Kebun Kopi Karangayar namanya, kalau manut ejaan lamanya yang tertulis di bangunan serta pamflet yakni ditulis dengan Keboen Kopi Karanganjar. Klasik banget kan.
Saya penasaran sejak banyaknya teman-teman yang memposting foto di sebuah bangunan tua. Terpikat karena bangunan-bangunan lawasnya. Hingga terjawab sudah yaitu wisata kebun kopi warisan Belanda. Kemudian makin-makin terjawab setelah saya benar-benar menginjakkan kaki di sana. Yuks simak!

Satu persatu list tempat yang ingin saya kunjungi terwujud. Salah satunya Kebun Kopi Karanganyar ini, seneng dong. Saya harus kudu pakai wajib membagikan juga ke temen-temen. Nanti kalau ke Blitar jangan lupa mampir ya.

Pada dasarnya saya tertarik dengan wisata sejarah. Saya selalu suka dengan berbagai hal menyangkut sejarah suatu tempat. Itu adalah warisan daerah, warisan bangsa yang menjadi sejarah. Akan dikenang dan menjadi abadi dalam sebuah sejarah.

Kebun Kopi Karanganyar ini berlokasi di Dusun Karanganyar, Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Tak perlu khawatir, banyak petunjuk jalan menuju ke sana. Alami banget, terletak di tengah-tengah pedesaan. Suasana pedesaan. Rutenya juga bukan jalan aspal mulus, jalan khas pedesaan masih erat sama bebatuan dan jalanan pasir. Menjadikan sensasi tersendiri.

Kebun kopi ini merupakan perkebunan warisan Belanda yang dibuka sejak tahun 1874.

Baca juga : OOTD dan Bermain Pose di Spot Fotoable Kebun Kopi Karanganyar.

Setelah kepergian Belanda, perkebunan ini dikelola oleh keluarga Roshardi secara turun menurun selama tiga generasi. Yang saya ketahui juga dari pengelola, perkebunan ini memang dikelola oleh keluarga mantan Bupati Blitar. Kalau ke tempat bersejarah kek gini bawannya kepo terus hehe.Ingin mengetahui seluk-beluk tempat tersebut.

Tiket masuknya 10 ribu dengan gelang kertasnya sebagai tiketnya. Keren sih pengelolanya, memberikan daya tarik bahwasannya wisata sejarah itu bukan berarti kampungan ya.

Baru melewati gerbang saja, saya girang banget. Jalan setapak kanan kirinya pohon-pohon cemara hijau berjejer rapi.

Dan selepas melewati gerbang, ada satu bangunan yang sukses memikat mata pertama kali yakni bangunan klasik Belanda.

Bangunan ini ternyata merupakan tempat persewaan kostum Belanda dan toko souvenir. Menunjang pose berfoto ala-ala Belanda dengan suasana tempatnya. Apalagi taman di depan bangunan ini, bangku panjang putih cocok banget untuk menghabiskan waktu dengan membaca buku. Namun, kami hanya menyempatkan untuk berfoto di depan saja hehe.

Kelihatannya dari luar tak terlalu besar, nyatanya banyak banget bangunan-bangunannya. Fasilitas-fasilitas yang ditawarkankan beragam.

Jelas yang paling memikat adalah bangunan-bangunan lawasnya. Ditata sedemikian rupa dengan taman bundar di tengah-tengah bangunan-bangunan Belanda yang mengelilinginya.

Berikut beberapa area dalam kawasan wisata ini.

Kantor perkebunan yang menjadi pusat informasi. Area bermain anak, yang bukan hanya orang dewasa saja yang bisa menikmatinya. Bisa juga ajak anak-anak supaya nggak bosen dan mengasah motorik mereka. Ada beberapa binatang juga lo, seperti binatang kambing dan rusa yang masih dalam area bermain anak.

Selanjutnya, Roemah Lodji yang merupakan bangunan utama. Di dalamya lengkap dengan perabotan yang masih utuh tempo dulu. Rumah zaman dulu yang masih bisa dinikmati rasa klasiknya. Saya masuk juga di salah satu kamar, replika kamar Bung Karno. Ada beberapa benda bersejarah dari beliau di kamar tersebut. Di rumah ini saya menghabiskan waktu agak lama, betah banget.

Ada pula kafe yang menyediakan olahan kopi dan oleh-oleh kopinya. Besar banget bangunannya, tapi kami nggak sempat masuk. Sayang sekali.

Kemudian ada beberapa tempat makan seperti Restoran Perangko yang menyediakan menu daerah. Oh ya ada kedai es krimnya juga lo.

Menuju belakang makin banyak yang ditawarkan, benar-benar beraroma tempo dulu. Girang banget aku tuh wkwkwk. Bangunan di kawasan Kebu Kopi Kanganyar ini dijadikan museum. Museum pusaka, museum Poerna Bakti berisi barang-barang. baju dinas milik Pak Bupati. Kemudian museum yang berisi lukisan-lukisan bersejarah.

Ada satu lapang yang bikin kami berhenti agak lama. Undakan-undakan mengambarkan stadion tempo dulu ini memikat kami untuk berpose-pose sebebas berikut hehe. Alay sih, iya ya.

Kemudian, di sebelahnya area pembibitan dan pabrik. Tepat di depan lapang ini bediri pendopo lengkap dengan gamelan-gamelan jawanya.

Jelas banget ini adalah wisata keluarga, wisata sejarah yang benar-benar menawarkan hal berbeda. Tenang, banyak spot foto yang bisa pengunjung eksplor. Nah fasilitas penunjang lain yang belum saya sebutkan yakni musholla, toilet, penginapan, dan area outbond.

Berwisata ke Kebun Kopi Karanganyar benar akan membawa pegunjung ke masa lalu dengan marasakan nuansa peninggalan kolonial Belanda. Dan tentunya tidak hanya menawarkan sejarahnya saja, tentunya juga tempat yang tepat untuk kalian pecinta kopi belajar tentang seluk beluk kopi. Wisata keluarga pula, memikat hati dengan suasana asri menjadi harga tersendiri yang nggak pernah didapat dari sebuah kesibukan.

Bonus foto kegejean akuh…. Maapin wakwaw

15 tanggapan pada “Kebun Kopi Jejak Kolonial Belanda, De Karanganjar”

  1. Pingback: Teristimewa di Tahun 2018 – Tulisan-nya Vera

Tinggalkan Balasan