Sehari Melihat Sejarah Perjuangan Arek Surabaya, Tugu Pahlawan dan Museum 10 November

20190224_163929_0001

Saat itu terik matahari begitu menyengat. Kami harus jalan kaki dari stasiun ke Tugu Pahlawan karena memang jaraknya tak begitu jauh. Tapi, karena matahari berada tepat di atas kepala, berjalan tak lebih dari 15 menit membuat kami kerap berhenti. Salah satunya memutuskan untuk duduk di depan kantor Gubernur Jawa Timur sembari mengambil gambar dari kamera ponsel. Bukan juga sebagai pilihan tepat ketika harus duduk di kursi trotoar dengan panasnya Surabaya.

20190224_163957_0001

Kalau buat saya rasanya sungguh melelahkan, antara terik dan lapar melanda campur jadi satu. Rasa-rasanya ingin berteduh sembari senderan selonjorin kaki saja. Tapi, mana ada tempat teduh di sekitar situ? Pilihannya hanya cepat-sepat sampai di tempat yang kita tuju saja, Tugu pahlawan. Rute jalan-jalan ke Surabaya semua kami serahkan ke Gemi, teman satu kelas saya yang badannya lebih gede dari saya dan Lupita. Bisa dibilang ini merupakan jalan sehari di Surabaya dan sangatlah random. Cuma yang masuk daftar dan akhirnya terwujud adalah berkunjung ke Tugu Pahlawan dan Museum 10 November ini.

Atas permintaan saya mereka pun sepakat mengiyakan dan sampailah kami ke tempat tujuan. Panas seperti tiada ampun. Sampai kepada mata lensa kamera yang ingin membidik objek pun harus dapat bantuan dari mata si empunya. Hanya saja sedikit kesulitan karena bigutu silaunya, membidik fokus objek pun rada susah. Objek pertama adalah patung Bung Karno dan Bung Hatta layaknya ucapan selamat datang di tempat ini. Ini adalah monumen/patung yang menjadi simbol Tugu Pahlawan, siapa sih yang tak langsung bisa mengenali. Kami bergantian dengan pengunjung untuk saling meminta difotokan hehe.

20190224_164214_0001

20190224_164509_0001

Ternyata luas sekali, setelah melewati patung Bung Karno dan Bung Hatta terhampar lapangan kecil dengan rerumputan hijaunya. Di bagian tengah pusatnya terdapat monumen Tugu Pahlawan. Di samping-samping begitu cantik bagunannya dengan dedaunan yang menjalar dan menjutai. Ternyata Museum 10 November satu lokasi dengan Tugu Pahlawan yang saya kira sebaliknya. Ah untung tidak harus bergeser tempat karena terik ini sungguh membuat saya semakin lelah.

20190224_164026_0001 (1)

20190224_164048_0001

20190224_164452_0001

Sebelum memasuki museum kami sempatkan untuk berfoto dengan Mobil yang konon milik Bung Tomo. Ya jelas harus antre karena memang pengunjung saat itu sedikit ramai, tapi kebanyakan anak sekolah sih. Tapi, ya anak sekolah yang hanya main-main tanpa punya tujuan khusus ke Museum, ya berfoto dan bercengkrama seperti begitulah….sayang sekali. Karena jelas saya sangat menyukai wisata sejarah, perjalanan hari itu benar membuat saya sangat antusias.

20190224_164109_000120190224_164259_0001

Harga tiketnya per-orang hanya 5 ribu saja. Nggak lupa diabadikan juga ya hehe karena salah satu list tampat yang ingin saya kunjungi akhirnya kesampaian. Ini kepengennya udah dari dari lama, tapi tak apa masih dikasih kesempatan. Begitu masuk udaranya sedikit agak dingin mungkin karena pendingin ruangan, melegakan setelah bergumul dengan panas.

20190224_164128_0001

Museum terdiri dari 3 lantai dan bentuknya pun unik, piramida. Sesaat memasuki ruangan kita melawati jalan berkelok dalam ruangan, unik sih.  Selalu di atapnya banyak gambar-gambar pahlawan atau peristiwa sejarah yang digantung bentuk piramida terbalik, unik.

20190224_164142_0001

Seperti museum yang lain, di sini jelas tedapat barang-barang peninggalan sejarah dengan cerita sebagai informasi bagi pengunjung. Seragam pejuang kala itu, replika radio Bung Tomo, alat perang-perang, alat kesehatan, dan masih banyak lainnya. Tentunya Surabaya punya sejarah yang akan selalu dikenang sepanjang masa yakni perjuangan melawan Belanda yang dipimpin oleh Bung Tomo. Di museum ini juga ada kolam ikan, menarik bisa sambil istirahat juga. Cerita digital yang dapat dinikmati pengunjung untuk mencari tahu dan belajar lebih banyak tentang sejarah Surabaya, masa perjuangan arek-arek Surabaya.  Intinya seperti itu….

 

 

Setiap berkunjung ke tempat-tempat berejarah, sebut saja museum selalu meninggalkan haru dan rasa terima kasih. Terima kasih karena di masa ini saya dan teman-teman yang lain masih bisa melihat saksi sejarah akan sebuah perjuangan. Dan terima kasih karena membawa kita pada kemerdekaan walau kemerdekaan sesungguhnya hanya kita sendiri yang bisa memperjuangan sendiri.

Lelah, tapi terbayar dengan mengantongi kesan tersendiri . . .

 

Informasi selengkapnya :

Lokasi : Jl. Pahlawan, Surabaya 60175, Indonesia.

Jam Buka :

Selasa – Jumat : 08:00 – 14:30

Sabtu – Minggu : 08:00 – 13:30

Senin dan hari libur nasional : Tutup

Harga tiket : 5ribu/orang

4 tanggapan pada “Sehari Melihat Sejarah Perjuangan Arek Surabaya, Tugu Pahlawan dan Museum 10 November”

  1. Eh di Tugu Pahlawan atau mana gitu katanya bagian bawah tanahnya ada museum juga. Aku lupa. Yang jelas bukan Monas ya.
    Di deket Tugu Pahlawan ini juga ada makanan enak, Bebek Tugu Pahlawan namanya. Antreannya sih luar biasa panjang. Rasanya ya enak banget. WKwk

Tinggalkan Balasan