Memutuskan Jadi Turis di Kota Sendiri dalam Sehari

Ini adalah kisah pertama kali saya jalan-jalan sendirian. Bukan menuju satu tempat dan berlama-lama di sana. Namun menjelajah sendirian di kota sendiri, kota kelahiran. Ini adalah sebuah pencapaian, jadi tulisan ini sebagai memorian kalau saya pernah dan bisa jalan-jalan sendiri. Pengalaman pertama yang mungkin bagi sebagian orang biasa, tapi buat saya adalah pencapaian cukup besar. Dimana saya orangnya jarang bisa sendiri kalau urusan main.

Karena sebagian besar teman bekerja, saya memutuskan buat keluar sendirian. Sebenarnya keinginan buat jalan-jalan sendiri udah dari lama, untuk merealisasikannya rada berat. Entah malas atau nggak siap buat memulai. Pasti ujung-ujungnya ajak temen, mau ke tempat ini nggak? temenin yuk! Beres!

Sehari jadi turis di kota sendiri, udah sering terdengar tagline ini yaa. Saya ngalamin sih akhirnya hihi. Hari dimana saya libur kuliah, semenjak malam harinya sudah antusias untuk keluar sendiri. Memang dibalik jalan-jalan tersebut, ada misi yang sedang saya jalani yakni cari konten.

Saya memutuskan untuk memesan ojek daring untuk mengantarkan saya ke beberapa tempat hari itu. Dengan menggendong totabag hitam, jinjing laptop dan buku catatan di dalamya, serta meminjam ponsel ibuk (karena kameranya bagus hihi) saya siap buat jadi turis hari itu.

Pabrik Es Drop

Tujuan pertama adalah pabrik es drop. Es legendaris milik Blitar. Padahal SMP saya dulu dekat situ, tapi baru tahu kalau pabrik es drop yang dijajakan dengan tabung warna merah itu nggak jauh dari situ. Bisa luput dari saya ya, padahal juga sering dilalui. Pemiliknya adalah orang Cina dan pabrik ini udah lama berdiri. Namun, sayangnya niat hati ingin cari tahu lebih dalam tentang es legendaris ini harus berakhir kecewa. Pihak sana nggak kasih ijin buat ngeliput alias wawacara soal es-nya. Hikss, penolakan itu sakit ya hihi. Memang banyak banget es drop yang dijual di Blitar, tapi ini adalah pabrik rintisan es drop pertama. Heem, nggak apa dong. Saya langsung bergegas ke tujuan berikutnya.

Baca Juga : Segeranya Ea Drop, Es Legendaris Blitar

Agrowisata Belimbing Karangsari

Sebenarnya kalau di tujuan pertama tadi dapat konten, saya nggak bakal ke sini. Memutuskan buat ke tempat wisata sendirian dan pertama kali tuh butuh keberanian. Entah apa yang bikin saya langsung mengiyakan buat ke sana. Tetiba udah pesen ojek, langsung alamat yang saya tulis adalah Agrowisata Belimbing Karangsari, sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya yaa.

Dengan berbekalkan pamflet tentang wisata ini, saya merasa harus mengunjungi tempat ini. Masak warga lokal belum pernah jelajah ke kebun belimbing yang merupakan ikon kota kelahiran. Rasanya ada yang kurang hihi. Jalan-jalan ke tempat wisata sendirian ternyata nggak seserem yang saya pikirkan. Awal kali sudah disambut hangat pengelola di sana, saat keliling kebun juga didampingi mbak yang ramah, sampai akhirnya dengerin cerita langsung asal-usul wisata petik dan edukasi ini. Seneng sih, saya bisa seberani itu hihi.

Istana Gebang

Wisata sejarah favorit saya. Saya nggak pernah bosen buat ke sini. Sampai hafal setiap sudut rumah kediaman keluarga Bung Karno ini. Dan rasa-rasanya masih banyak cerita yang belum saya ulik dan saya ketahui dari rumah ini. Saya pun paling sering rekomendasikan temen buat ke sini. Jadi, yang kalian tahu bukan hanya tentang Makam Bung Karno saja.

Baca Juga :

Istana Gebang Kediaman Keluarga Bung Karno yang Menakjubkan

Istana Gebang Cermin Bakti Bung Karno kepada Orang Tua

Diatas Kopi

Saya sering banget ke sini, kalian yang juga follow sosmed saya pasti tahu betul hihi. Hampir setiap minggu saya ke sini untuk ngopi, nulis, atau nongkrong sama temen. Udah kecanduan sama kopi dan tempatnya yang bikin saya nyaman. Tempat ngopi nyaman buat pemula yang baru belajar ke tempat baru sendirian hihi. Melepas lelah dengan segelas kopi kamu. Mulai ngeblog atau nulis dengan memanfaatkan fasilitas dong ya kerena memang di rumah sinyal ponsel sangatlah tak stabil. Ee tetiba dapat kopi gratis karena pernah ngulas kedai kopi ini. Seneng dong, dapat gratisan yang juga merupakan varian kopi baru. Hii jadi orang pertama yang nyobain hihi. Sampai pada akhirya diundang buat hadir di acara launching menu barunya.

Setelah cukup berlama-lama di sana, memutuskan untuk pulang.

Rasanya? Seneng sih, jadi kek gini ya nikmatnya mereka yang suka jalan-jalan sendirian. Postingan selanjutnya saya mau curhat soal ini hihi.

8 tanggapan pada “Memutuskan Jadi Turis di Kota Sendiri dalam Sehari”

  1. Keren ini, menjelajahi kota sendiri. Jadi ingat waktu kecil (th 70-an 🙂 ) suka ke Blitar tempat salah satu Kakek-Nenek. Sebrang rumah ada warung gubuk yang esnya enak sekali. Akhir 2006 ke sana lagi, wah bingung, semua sudah berubah hehe..

Tinggalkan Balasan