Piknik Migggu Pagi, Berbagi Jajanan Lebaran

Ini adalah postingan pertama pasca mengikuti tantangan menulis 30 hari selama ramadan dari BPN. Kemarin sih lumayan rada mikir dengan beberapa tema atau topik yang diberikan karena ada beberapa topik yang kurang saya kuasai. Haha tahukan hasilnya, akhirnya saya melunasi hutang sampai beberapa tulisan saking nggak konsistennya setiap hari. Namun, akhirnya saya berhasil merangkak melunasi hutang genap 30 tulisan. Pencapaian baik hihi, karena selama ramadan jujur aja saya banyak malesnya buat nulis apalagi cari konten buat blog.

Okee, cukup sudah curhat colongan di pagi hari ini. Kali ini saya mau cerita yang ringan-ringan ajah di tulisan ini dan mumpung masih anget-angetnya hihi. Hari minggu kemarin saya bersama teman-teman bloger perempuan Blitar janjian untuk piknik di salah satu taman legandaris milik Blitar.

Siapa sih yang nggak familiar sama Kebun Rojo ini?Nah kami memilih tempat di sana saja. Sebenarnya pengen cerita juga sih asal cerita bloger perempuan Blitar ini, tapi kapan-kapan ajah ya hihi.

Katanya sih dalam rangka hahalbihalal karena memang kami nggak sempet banyak berkunjung ke masing-masing. Lebaran sih udah ketemu, palingan ya ke Ruang Tuang kafe favorit kami alias bisa dibilang sih beskem hehe. Nah, karena kalau halabihalal ya gitu-gitu ajah, Sasi ngajakin piknik di hari minggu dengan bawa jajan lebaran yang masih ada di rumah. Hayuk ajahlah ya.

Pagi-pagi saya udah cukup antusias mempersiapkan semuanya. Kami udah janjian mau bawa apa aja supaya beda dan beragam ajah. Tentunya yang pasti bawa kue kacang buatan rumah, bawa brownis sekalian biar tambah manis, nah mumpung di lemari es ada buah semangka sekalian ajah yaa bawa yang seger-seger. Potong-potong dadu semangka supaya lebih mudah makannya.

Jangan dibayangin lagi, sebenarnya saya agak males dan pusing sendiri lihat banyaknya orang di taman, maklum hari minggu. Kebun Rojo lagi rame-ramenya, ketepatan pula hari libur terakhir sebelum anak-anak masuk sekolah. Kami sempat saling mencari karena parkirnya pencar-pencar hihi. Dan bingung juga mau gelar tikar di mana soalnya ya setiap sudut ramai banget. Duh apalagi berisik juga anak kecil yang lagi banyak mainan mobil sama motor-motoran sewa. Mayanlah ramenya.

Sasi sama Ima akhirnya matok tempat di sebelah utara Kebun Rojo nih. Lumayan tempatnya, masih nggak terlalu ramai orang dan agak mojok hihi. Enaknya benar-benar di bawah pohon-pohon, rindangnya dan sejuknya pasti. Setelahnya semua udah sibuk keluarin bekalnya masing-masing. Lihatnya udah demen, setelah ditata udah pada rebutan buat ambil gambar. Ada jamu, jus jambu,macam-macam kue, puding sampai bawa indomie. Nggak bisa ketinggalan ya makanan kesuakaan semua umat.

Kapan ya saya terakhir piknik? Apa malah udah nggak pernah sama sekali? Hihi lumayan penyegaran otak banget. Aktivitas baru dengan teman-teman baru. Rasa-rasanya energi positif terus-terusan mengalir, nikmat Tuhan seperti mengalir terus. Sembari makan ngobrol-ngobrol banyak hal, mulai pengalaman sampai cerita-cerita macem-macem deh. Kalau kata Mbak Kiki pikniknya dibumbui cerita-cerita klenik. Yah saya sampai tercengang ajah sih dengernya, segitu usahanya manusia buat dapetin sesuatu dengan cara instan. Ya gitulah pokoknya.

Saya sih sempat nggak terlalu menikmati, bawaannya rebahan dan aslinya pengen pulang rada awal. Tapi, ya saya urungkan, nggak enak sama yang lain. Lagi dapet hari pertama, duh yaa rasanya heem. Saking suasana sama udaranya enak saya sempat tidur lo beberapa menit, enak juga. Udah nggak mikir banyak orang lalu lalang, yang penting bangun-bangun segeran dan bisa ikutan ngobrol plus makan lagi.

Kami nggak langsung pulang, sorenya diajakin Mbak Kiki ke Istana Gebang menengok pekan Budaya di sana. Blitar lagi ada acara nih salah satunya ya Pekan Budaya untuk memperingati hari kelahiran Pancasila dan kelahiran Bung Karno. Keliling ke ruang seni dengan pameran lukisannya sampai melihat ukurian kayu bekas pohon tumbang milik Istana Gebang. Keren banget.

Baca Juga: Istana Gebang Cermin Bakti Bung Karno Pada Orang Tua

Hari minggu yang berkesan tentunya, kapan-kapan adain lagi asyik kali ya. Penyembuhan diri sendiri dari kepenatan hidup, ceileh.

12 thoughts on “Piknik Migggu Pagi, Berbagi Jajanan Lebaran

  1. Saya juga kemarin pas naik gunung bawa makanan sisa lebaran wkwkwk

    Oh, iya. Btw, mau gak ya kalau saya perkenalkan sebuah tantangan. Cuma menulis rutin selama seminggu aja sih… Ini tantangan yang saya ciptakan sendiri setelah menonton drakor favourit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *