Singgah di Kopi_Yan Blitar : Nuansa Hangat Kental Terasa

Di Blitar sendiri udah banyak kedai kopi yang bisa kamu kunjungi dan cobain kopinya. Saya sendiri punya beberapa kedai favorit yang bisa setiap satu minggu sekali akan saya kunjungi. Beberapa pertimbangan favorit dari saya, salah satunya saya rela buat ke sana sering-sering. Jadi, menyoal postingan kemarin ya mungkin ada beberapa yang nggak setuju, tapi kan itu kembali ke selera ya. Oke ….

Saya makin-makin tertarik dengan dunia perkopian ini. Jelas, tak menutup kemungkinan saya akan sering muncul dengan bahasan seputar kopi yaya #hihi. Saya sendiri akan sangat antusias untuk mengunjungi beberapa kedai kopi. Dan saya sempatkan untuk singgah ke kedai kopi ini, Kopi Yan Blitar.

Dari lama saya tertarik ingin ke sini, temen bloger saya bikin mupeng lewat postingan mereka, Mas Pandu dan Mbak Kiki. Dua bloger yang udah banyak jam terbang, jangan diragukan. Saya sama Andhira udah lama juga punya niatan ngonten bareng di sini ee apa dikata, malam itu kedai ini lagi direnovasi.

Pas banget, postingan ini pas anget-angetnya karena kemarin malam saya singgah untuk kedua kalinya. Selepas dari acara V60 Marathon Battle (sebagai penonton hihi), saya Tutut, Dhira, dan kedua temannya melancong ke sini. Waktunya pas banget ….

Suasa Hangat Kopi Yan

Kenapa saya bilang suasananya hangat? karena ya suasana di sana mendukung buat menikmati kopi. Katanya, kedai ini semula adalah bangunan lama yang disulap jadi sekarang. Interiornya sangat-sangat minimalis karena tempatnya juga nggak terlalu luas. Nggak banyak hiasan, makin hangat.

Dominasi warna putih perpadu dengan kekayuan (furniture). Lampu yang tidak begitu terang, warm menjadi perpaduan apik. Dari pintu masuk terlihat pertama adalah coffee bar dengan berjejeran macam-macam kopi.

Berada di ruangan utama

Terbagi menjadi 3 bagian, bagian utama (searah pintu masuk) coffee bar tadi, bagian tengah berbentuk memanjang dengan satu sudut menghadap ke jalan, dan bagian luar untuk perokok. Biasanya bagian luar ini didominasi kaum laki-laki.

Berada di sudut tengah (memanjang)

Kapan-kapan saya ingin singgah lebih lama deh di sana. Jinjing laptop dan buku. Nggak perlu khawatir, koneksi wifi cepat dan banyak terminal di setiap sudut.

Sudut apik menikmati senja dan lalu lalang

Perpaduan Menu Ini Wajib Kamu Coba

Harga kopi di sini murah lo. Kopi robusta dan arabica hanya dibandrol dari mulai harga 5 ribu sampai 8 ribu saja. Yang paling mahal seharga 11 ribu saja untuk Es Kopi Susu Yan. Es Kopi Susu Yan ini merupakan erpaduan espresso, susu, dan gula aren. Dua kali saya ke sini, saya nyobain Es Kopi Susu Yan ini.

Untuk yang saya rasain sih, kopinya nggak terlalu strong dan gula arennya nggak begitu terasa. Bagi kalian yang suka demikian sih oke karena memang nggak terlalu manis. Tapi, semalam agak aneh rasanya kurang nyatu. Yah balik lagi, nggak masalah sih buat saya. Masih oke, buktinya ya habis saya teguk hihi.

Kemarin saya juga sempat nyobain Sugali seharga 11 ribu. Sugali ini adalah susu vanilla sama regal gitu. Biasanya sih kalau pesan menu serupa di tempat lain bakalan kemanisan, eee ini nggak lo. Pas pas banget, nggak terlalu manis dan nggak bikin eneg.

Yang saya bilang perpaduan ciamik adalah kopi dan tempe mendoan. Yah, saya rasa perpaduan endul pilih ini. Tempe mendoan hanya 5 ribu lo, murce kan. Nyes, segernya kopi berpadu dengan gurihnya tempe mendoan. Apalagi kamu santap hangat-hangat hmmm. Oh ya, sambal kecapnya ini yang bikin tambah yahut.

Menu lain yang bisa kamu pesan seperti menu non kopi, soklat, macha, red velvet, taro, lemon tea, dan sugali tadi. Menu pendamping bisa kamu pesan tempe medoan (saya rekomendasikan untuk pesan ini) dan kentang goreng.

Oh ya, kedai bisa disebut Eco Coffee Shop sih karena mereka sama sekali nggak pakai sedotan plastik. Buat saya yang lagi tertarik dengan zero waste sih demen, demen.

Ngobrol Nyaman Sampai Lupa Waktu

Boleh nih, bakal masuk daftar kedai kopi favorit karena suasana hangatnya tadi. Bikin nyaman dan betah. Menikmati kopi malam itu pula, menikmatinya dengan obrolan juga. Walau tempatnya tak begitu luas, kami masih bisa ngobrol ngalur ngidul seperti tanpa sekat. Yah, ngerasa bersalah juga sih dengan pengunjung lain, berisik sih hihi.

Dari pengamatan singkat, saya rasa konsumen di sini rata-rata kalangan bapak-bapak atau ibu-ibu sih hehe. Mungkin tempatnya yang sederhana justru cocok buat beliau-beliau bercengkrama.

Lokasi kedai Kopi Yan ini rada jauh dari kota. Singgah buat cari kedamaian bisa mampir ke sini. Walau kadang rada terganggu dengan bising kendaraan karena kedai ini tepat berada di pinggir jalan besar. Yah, masih oke.

Kalau ditanya mau kembali ke sana nggak ? mau dong ….

Informasi Selengkapnya :

Lokasi : Pojok, Garum, Blitar (lokasi tidak jauh dari gapura Selamat Datang Kota Blitar, ke arah timur utara jalan)

Jam Buka :

Buka setiap hari
Pukul 16.00-23.00 WIB

Instagram : kopi_yan

4 tanggapan pada “Singgah di Kopi_Yan Blitar : Nuansa Hangat Kental Terasa”

Tinggalkan Balasan