Pengalaman Pertama Ikut Blitar1OK

Dokumentasi Irfan Bagas

Nggak nyangka ya bisa selesai …

Hehe masih belum bisa move on dari event kemarin.  Jika kalian yang udah pada ngeh, udah saya bagikan di medai sosial kalau kemarin saya ikutan Blitar10K. Merupakan pengalaman pertama buat saya huaaa. Dan lumayan antusias sih menjelang hari H.

Mau sedikit cerita ajah pengalaman kemarin itu,  untuk saya jadikan kenangan di blog juga. Semoga kalian tetap antusias baca sampai akhir ya hihi.

Saya kasih basa-basi dulu kali ya . . .

Dari awal tahun ini saya-kan memang mulai menekuni bujo. Harapannya sih hal-hal yang kepengen saya capai lebih bisa saya kontrol. Resolusi-resolusi janga pendek atau pun jangka panjang, nggak luput saya tulis di bujo. Salah satunya adalah besar harapan buat rajin olahraga. Alasannya memang sadar usia ya, makin gampang loyo dan mageran. Dampaknya sangat berpengaruh sama aktivitas. Karena saya seorang mahasiswa yang sering dideadline tugas, hal ini sangat menganggu. Makin-makin juga turun motivasi buat produktif. Tapi, semua jadi wacana di lima bulan pertama tahun ini.

Dokumentasi Rizky Almira

Mengenai olahraga lari, saya sih nggak kepikiran buat olahraga satu ini. Jujur, saya lebih suka sepedahan.  Nah, karena si Tutut ini doyan banget lari ya akhirnya diajakin buat olahraga ini. Ngajakinnya udah lama banget, tapi sayanya emang males. Males buat memulai sih sebenarnya,  tantangan sulit di awal. Kerap kali juga sering nunda-nunda buat mau ikutan lari.

Sewaktu ngikutin si dia ikutan event lari di Malang, ada sih rasa tertarik sama lari. Keknya seru gitu ya ikutan event lari kek gini, bisa dapat medali, batin receh saya hihi. Tapi, semua cuma berakhir pengen doang. Sampai saya nggak bisa nolak buat ikutan event Blitar10K kemarin. Ya, pemaksaan sih sebenarnya. Tapi, saya pikir-pikir kapan lagi coba wacana ini akan menjadi benar-benar nyata hihi. Lagian, janji juga harus ditepati.

Ya antara  ragu dan yakin sih. Olahraga  antara buat mewujudkan resolusi sendiri dan mempersiapkan event ini. Memulainya di bulan Juni kemarin. Asli, capek, berasa mual,  dan puyeng. Mungkin emang udah lama nggak lari ya. Padahal dulu jaman SMA saya termasuk pelari nomor 5 lo (di kalangan cewek) dulu dinilai siapa yang cepet sampai. Hampir nyerah di awal-awal latihan.

Dokumentasi Rizky Almira

Setelah beberapa kali ikutan lari Tutut, makin nemuin tuh ritme tepat buat diri sendiri. Pelan asal stabil gitu. Soalnya kalau ngikutin ritme orang lain, pasti ngos-ngosan karena kemampuan tiap orang beda. Dan semua bertahap. Awal masih banyak  jalannya, lari dikit udah ngos-ngosan sampai mulai stabil nggak berhenti lari.

Semakin mendekati hari H kok makin antusias ya. Yang awalnya males, ogah-ogahan karena pemaksaan jadi punya motivasi harus bisa sampai garis finish tepat waktu. Alasan recehnya biar dapat medali hihi, gitu terus.

Event kemarin mulai pukul 5 pagi. Pagi-pagi buta udah berangkat. Saya ikutan kategori 5K. Masih awal-awal, itu ajah masih takut-takut nanti sampai finish tepat waktu nggak ya, was-was. Ya untungnya nggak deg-deg-kan yang sampai minder. Keyakinan diri, pasti sampai tanpa melampui batasan waktu. Udah pokoknya yakin aja!

Pukul 05.45 peserta lari kategori 5K udah bersiap di garis start dan mulai berlari. Jangan ngoyo, santai saja ikutin ritme diri sendiri!,  meneguhkan semangat buat diri sendiri. Sangat-sangat menikmati di awal perjalanan dengan ritme yang mungkin pelan bagi sebagian orang. Saya sembari dengerin lagu-lagunya Bigbang supaya semangat sembari nyanyi dalam hati hihi.

Dokumentasi Rizky Almira

Menikmati banget dengan rute yang disediakan. Nggak bikin bosen karena kita emang lari di kawasan Kota Blitar. Jujur saja, saya emang lebih suka lari di jalan-jalan kek gini karena pemadangannya macem-macem daripada harus lari di track seperti stadion atau lapangan bola. Bikin pusing dan nggak punya target hihi.

Sampai di kilometer ke-2 masih oke, oke banget malah. Nggak berhenti lari #bangga. Saya jauh di depan ninggalin Mbak Kiki saat itu.  Namun, semua berubah sesaat setelah minum. Kok setelah minum gliyengan ya. Kepala rasanya berat banget sampai disalip Mbak Kiki. Katanya sih, harusnya saya minumnya dikit-dikit ajah tanpa berhenti lari. Kemarin langsung saya teguk habis dan berhenti lari buat minum.

Dokumentasi Rizky Almira

Sampai kilometer ke-3 menuju kilometer ke-4, duh kok makin berat ya ini kepala. Alhasil ya, jalan-lari-jalan-lari, gitu terus. Dalam hati, nggak boleh nih nyerah. Udah sampai sini juga, eman! Harus kuat, harus bisa sampai finish.  

Belajar buat nggak kalah sama keadaan. Pelajaran penting sih. Plus, kenali seberapa jauh usahamu dan kekuatanmu. Jangan memaksakan kehendak dan terlalu ambisius. Kalau kamu masih kuat, terus berusaha.

Jadi, saya berusaha menstabilkan diri. Asal sampai, pelan nggak apa-apa,

Garis finish udah makin deket depan mata, tapi kok berasa jauh ya. Makin deket, makin kenceng hihi. Dan akhirnya, yeay sampai juga! Orang pertama yang menyambut adalah Mbak Kiki karena memang jarak kita nggak terpaut jauh. Ternyata temen-temen pada nyarian, dikira saya ilang atau bakalan kenapa-kenapa. Ya maklum mereka cowok lari kek motor ngebut.

Dokumentasi Irfan Bagas

Setelah berhasil rasanya bangga luar biasa. Bangga sama diri sendiri, bangga dengan drama diri sendiri. Nggak apalah yang penting sampai. Dan rasa-rasanya bikin nagih sih. Terima kasih buat sobat pelarian, si Tutut yang udah ngajakin. Terima kasih temen seru-seruan di event kemarin, Mbak Kiki, Irfan, Bagas sama Diovan.

Event Blitar10K kemarin keren sih. Pertahankan terus eventnya. Nilai plus, bukan hanya event lari aja, tapi mereka mengenalkan budaya Blitar juga. Sepanjang jalan dapat hiburan juga, salah satunya kemarin disemangatin dengan beberapa barongan (jaranan). Keren! Setelah sampai finish, peserta juga bisa icip es drop, es legendaris punya Blitar. Seger habis lari dari kenyataan#eh! Banyak stand makanan juga, pecel apalagi. Dan bisa joget-joget, dapat hadiah juga kalau beruntung hihi.

Selanjutnya kira-kira saya bakalan ikutan nggak? Sepertinya sih iya hihi.

8 tanggapan pada “Pengalaman Pertama Ikut Blitar1OK”

Tinggalkan Balasan