Pengalaman Kedua dengan Drama : Enjoy Run 5K

Setelah dari water station, badan mulai nggak bersahabat. Pening rasanya dan rute mulai menanjak. Dari situ rasanya berat banget buat lari lagi. Selepas kilometer ketiga udah nggak bisa lar lagi. Lari, jalan gitu doang sampai finish.

Duh ya, bisa nggak ya sampai finish???

Kira-kira begitu keluhan yang ku rasakan di event lari kemarin. Ini event kedua yang ikuti. Menurutku, lebih ngerasa berat dari event Blitar 1OK kemarin.

Ya udah simak yuk cerita selengkapnya.

Seperti ceritaku sebelumnya, aku mulai membiasakan diri buat rajin olahraga. Nah, lari adalah salah satu olahraga yang aku pilih. Semenjak ikutan event lari pertama kemarin memang sedikit nagih. Rasanya tiap kali lari, tiap kali itu juga belajar menaklukkan rintangan, rintangannya adalah diri sendiri hehe. Ada kepuasaan tersendiri tiap bisa sampai finish.

Enjoy Run 5K ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-189 Pemerintahan Kabupaten Blitar. Sobat pelarian yang ngajakin, siapa lagi kalau bukan Tutut dan komplotannya wkwkwk. Karena eventnya di Blitar, biayanya juga lumayan murah, kenapa nggak? Selain itu, seperti yang aku bilang tadi, ikut event lari kek gini emang sedikit bikin nagih hihi. Lumayan juga sekalian nambah koleksi medali (hoho maunya).

Acara diselenggarakan hari minggu kemarin, tepat di awal bulan ini. Enjoy Run 5K dilaksanakan di kawasan Candi Penataran, tepatnya start di halaman Museum Penataran Kabupaten Blitar. Jikalau dari rumah jaraknya kurang lebih 20 menit saja.

Dari sambutan acara kemarin, pelaksanaan di kawasan Candi Penataran ini sekaligus memperkenalkan wisata sejarah di Kabupaten Blitar yaitu Candi Penataran. Rute yang dipilih pun memang di sekitaran kawasan candi yang masih asri khas suasana pedesaan. Pun, karena pelari nggak hanya dari Kota Blitar, dari luar kota pun banyak. Aku lupa sih, kemarin jumlah pelarinya berapa. Tapi, lumayan buanyak.

Kira-kira pukul 06.15 flag off alias kami peserta mulai berlari. Ngerasa banget kalau pesertanya lebih banyak karena sepanjang jalan, jarak antara pelari lain itu nggak jauh. Alias banyak banget orangnya hehe. Kemarin sekalian ngajak saudara yang jelas larinya lebih cepat daripada aku haha.

Di awal-awal udah dikasih tanjakan walau nggak seberapa. Aku sebisa mungkin jaga ritme, pelan asal pasti. Patnerku selama lari Mbak Kiki sama Anis (teman online yang akhirnya ketemu di acara itu). Awal masih enjoy, masih oke, pokoknya kalau bisa nggak boleh berhenti. Harus bisa lebih oke dari event pertama, pikirku.

Nah, setelah kilometer ketiga mulai redup tuh tenagaku. Kesalahannya, udah nggak pernah latihan sebelum event ini. Semalam sebelumnya malah keluar ngopi dan susah tidur. Entah karena itu atau bukan, rasanya pelarian kemarin (eeh pelarian wkwkwk) aku ngerasa berat banget. Mbak Kiki sama Anis nggak henti-hentinya kasih aku semangat. Salut deh buat Mbak Kiki, nggak berhenti sama sekali. Kalau aku udah mulai jalan dan agak jauh dari dia, pasti dia lari pelan buat nungguin aku. Kalau Anis, aku kek berasa didorong dari belakang haha (maksudnya nyemangatin).

Selepas kilometer ketiga emang isinya tanjakan. Duh, jelas di jalan sambat teros (ngeluh terus). Sambat dan ngerasa hampir putus asa. Apalagi lumayan sedikit terik walau rutenya juga ijo-ijo. Namanya juga udah lelah, isinya cuma batin kepengen cepat sampai. Dan dengan waktu 48 menit akhirnya sampai finish juga bareng Mbak Kiki dan Anis. Duh, aku makasih banget buat kalian berdua.

Pas udah sampek, gliyengan nggak berhenti-berhenti. Duduk lemes, udah nggak bisa ngapa-ngapain. Temen-temen antre fotopun aku cuma bisa nahan sembari jongkok dan cari senderen. Tetep batin, lari kali ini lumayan berat dan penuh drama buatku.

Tapi, semua terbayar sih berkat semangat dari temen-temen. Sobat pelarian yang nggak pernah ngerasa capek walau pas lari terseok-seok juga sih hehe.

Kapok nggak sih? sepertinya sih nggak. Tapi, aku nggak mau naik level dulu deh hihi.

Tinggalkan Balasan