Menutup Akhir Tahun dengan Berkunjung ke Pantai Tambakrejo, Gondo Mayit, dan Serang Blitar

Telat kali ya hehe

Tak apalah ya, yuk mulai saja ocehannya . . .

Seminggu sebelum menuju pergantian tahun, saya berkunjung ke 3 pantai yang cukup terkenal di Blitar.

Punya agenda akhir tahun ke pantai ? Nggak juga, ini agenda dadakan. Kalau boleh jujur, saya bukan anak pantai, maksudnya biasa saja gitu. Jika ada yang menyebut sebagian mereka sebagai penyuka pantai sepertinya saya tidak termasuk dalam golongan itu. Saya lebih suka yang hijau-hijau sih, misal bukit atau sawah gitu. Yah, tiap orang punya kesukaan sendiri-sendiri bukan? Tapi, ini bukan soal suka atau nggak suka sih. Pantai juga memberikan kesan tersendiri bagi penikmatnya.

Mari mulai bercerita . . .

Pantai Gondo Mayit

Masih mau kok saya diajak ke pantai, asal dibonceng haha. Tepatnya hari rabu, bertepatan dengan natal saya dan beberapa temen bertamasya ke 2 pantai. Saya tuh sebenarnya males bepergian jauh, males di jalan. Maklum kaum rebahan susah diajak buat bangkit haha. Karena ada si temen yang ngajakin dan rame-rame, okelah budal saja.

Kalau nggak salah 10 orang saat itu, berbocengan semua. Pantai Gondo Mayit dan Tambakrejo adalah pantai yang sering saya kunjungi. Sebenarnya pantai di Blitar tuh banyak, tapi hanya 3 pantai saja yang pernah saya kunjungi haha. Ya, yang akan saya ceritakan di postingan kali ini.

Pantai Tambakrejo adalah pantai pertama yang saya kenal. Jalannya juga cukup familiar dan mudah diingat. Tapi, saya rada serem juga sih motoran di jalanan berkelok naik turun gini. Apalagi yang bonceng nggak bisa selaw. Ngebut gitu, apa nggak bisa santuy gitu menikmati pemadangan? Yang belakang nih gemetar terus di jalan, pegangan mana coba?

Pantai Tambakrejo dan Pantai Gondo Mayit ini tuh satu rute, emang lokasinya berdekatan. Kita ke Pantai Gondo Mayit dulu yang nggak begitu ramai pengunjung seperti di Tambakrejo. Dulu pertama kali ke sini pernah naik bukit dari Pantai Tambakrejo ke Gondo Mayit. Katanya sekarang akses lewat bukit ditutup.

Pantai Gondo Mayit memang agak sepi sih dari Pantai Tambakrejo, jadi untuk kaum yang nggak doyan ramai cocoklah. Ya, kalau musim liburan mesti ono rame-ramene. Kalau nggak salah tiket masuk 7ribu per-manusia.

Pantai Gondo Mayit dengan pasir putihnya plus ombak yang cukup gede. Hampir saja si ponsel kerendem air, ya kali ombaknya tinggi banget. Saat itu saya pakai totabag yang udah basah setengah, deg-deg-an! Kalau lagi surut makin cantik, kelihatan karang-karangnya.

Belum sarapan pas berangkat, untungnya Gema bawa bekal. Duduk di bibir pantai, bekal si dia kami lahap ramai-ramai.

Pantai Tambakrejo

Tambah siang perut nggak bisa dikondisikan, akhirnya melipir buat ke Pantai Tambakrejo. Tiket masuk kalau nggak salah 15 ribu 1 motor dengan 2 manusia. Di pantai ini memang terkenal dengan lezatnya kuliner ikan laut. Ikan laut segar juga bisa dibawa pulang, eh beli lo ya. Ikannya emang enak dan masih seger, harganya pun terjangkau. Kemarin saya makan ikap asap, satu porsi hanya 15 ribu saja (lupa ikan apa). Mantul deh!

Memang kalau Pantai Tambakrejo lebih banyak manusianya, nggak pernah sepi pengunjung. Ada sewa perahu juga sama terkenalnya sih foto-foto di batu-batu yang disusun cantik di bagian barat pantai (batu pemecah ombak). Pasti kalau foto di sini, udah ketebak itu Pantai Tambakrejo. Karena kekeyangan, saya males buat jalan ke sana haha.

Pantai Serang

Setelah sampai …

Ya Allah berubah banget ya! dulu ke sini masih sepi, asli sepi!

Ke Tambakrejo hari rabu ya, nah saya ke Serang hari minggunya. Dadakan juga, edisi Pak Lek ngajakin jalan anak sama ponakan piknik. Lagi-lagi, sebenarnya saya males gitu, tapi nggak ada salahnya mengiyakan. Sungkan nolak. Lagian si kecil yang ngemong siapa lagi kalau bukan saya haha. Karena naik mobil ya lumayan enak, lumayan bisa bobok di perjalanan. Rutenya lumayan enak dari terakhir saya ke sini (haha 2014, udah lama banget). Saya sempat lupa-lupa ingat sih, ternyata jauh juga. Dulu malah motoran, tegar sekali waktu itu.

Dari pernyataan saya di awal, asli memang banyak perubahan. Makin ramai pengunjung, ramai penjual, makin rindang pula. Tapi, walau di sini ramai nggak bikin umpek gitu. Mungkin bentangan pantainya yang panjang. Banyak pilihan buat leyeh-leyeh plus rindang. Yang awalnya saya nggak terlalu antusias, baru ajah nyampai langsung mainan ombak sama si kecil. Nyesel juga sih kenapa nggak bawa baju ganti.

Pasir pantainya yang hitam sekalian ombaknya juga lumayan gede. Wanti-wanti banget saat si kecil mainan air. Selepasnya ditutup dengan santapan bekal dari rumah. Selain hemat, lebih asoy gitu.

Akhir tahun ditutup dengan menikmati indahnya pantai . . .

Anak pantai mana nih, angkat tangan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *