2019 Pertemuanku dengan Orang Baru

Huft! Asli! Memulai ini sangatlah berat. Mau curhat di blog sendiri ajah mikir keras dulu. Kelamaan jadi budak konten sih hehe. Jujur, aku kangen banget curhat di blog. Toh awal kali blog ini dibangun juga isinya random kek gado-gado gitu, campur aduk tumpah ruah jadi satu. Tapi, justru bikin aku seneng ngejalaninnya sampai sekarang. Aku seperti melupakan jati diri nggak sih?  Eeee apa-apa malah kontan konten kontan konten.

Makin ke sini aku emang nggak pede dan nggak mau tepatnya privasiku diumbar di sini. Tapi, setelah ku renungkan ulang, curhat di blog itu sebagai proses penyembuhan diri lo (atas luka misalnya) dan penumbuh motivasi. Yah, harus kembali lagi kudu bisa pilah-memilah agar si akunya sendiri tetap seneng ngejalaninnya dan nggak perasa alias baper kalau orang bakal ngehujat haha. Kek macam artis gitu ya, sok amat. Takut banget netijen nyinyir wkwkw.

Oke, tuman basa-basi mulu! kebanyakan!

Jadi, tulisan ini akan menjadi saksi sejarah (ceileh saksi sejarah) atas rasa syukur karena tahun kemarin aku banyak bersua dengan orang baru. Di tahun kemarin saat ngerasa down, galau karena tesis, soal kerja, dan apapun, aku bisa kenal sama mereka. Atau bahkan lagi mulai eksplor hal baru pas banget kenal sama mereka. Asyik banget, hidupku jadi nggak terlihat monoton alias nggak menyedihkan amatlah eh.

Awal kalinya ya semua dari nulis, semua dari blog ini.  Aku mulai aktif ngeblog di tahun 2017 kemarin. Dari lulus SMA udah pernah ngeblog, ya namanya masih remaja nggak ada rencana konsisten di dunia ini. Dan tahun lalu juga ngeberaniin diri buat ngebikin blog ini jadi embel-embel dotcom (entah ini nanti unggah di mana ya) hehe. Niat hati ingin terus produktif, tapi kadang pusing sendiri soal konten lagi konten lagi dan konten terus. Lain kali cerita soal ini ah.

Dari nulis dan ngeblog ini akhirnya aku bisa dan mau kenal dengan orang.

Aku nggak mudah dekat sama orang, lebih tepatnya kesulitan untuk memulai sebuah perkenalan. Tapi, kalau udah kenal dan ngerasa asyik bakalan malu-maluin, menikmati gitu. Tapi, untuk pertama kalinya lewat blog dan nulis, aku memberanikan diri buat kenal orang baru. Benar-benar mau kenal sama orang asing, yang ku tahu hanya lewat tulisan mereka atau media sosial mereka. Bayangin di awal saja sudah berat bagiku. Lebay emangan!

Awal tahun kemarin juga untuk pertama kalinya aku kopdar sama temen blog. Pertama kali ketemu sama Febri dan Nadya yang jauh-jauh dari ujung kulon buat ke Malang. Gimana cerita soal momen itu pernah aku tulis di sini. Gimana seoarang aku nggak bakal mau ketemu orang baru sendirian, pasti ngajak temen. Dan dari situ kopdar-kopdar dengan bloger lain seperti Mbak Tata dan Mbak Ratna yang kebetulan stay di Malang. Malah sempat beberapa kali main sama Mbak Tata, udah mulai berani sendirian buat ketemu. Seneng banget rasanya kalau udah ketemu tuh bisa ngobrol ngalur ngidul gitu lo.

Pas main sama Mbak Tata, ngerasa punya mbak gitu. Haha aku nggak sopan banget langsung meluk hihi

Kopdar juga sama Andhira bloger yang sama-sama dari Blitar. Awal pertemuanku sama Dhira udah pernah aku tulis juga di sini. Nah dari Dhira ini adalah awal kali aku makin kenal dan mau kenalan sama orang baru. Kalau kataku dari hati yang terdalam (ceileh) aku bersyukur banget bisa kenal dia. Sama-sama netap di Blitar, punya hobi sama alias sefrekuensi, makin-makin aku punya temen senasib. Ku rasa orang-orang yang suka nulis tuh lebih terbuka gitu lo. Mereka lebih peka, lebih menerima, banyak wawasan gitu lo. Ku rasakan demikian. Jadi, jelas nggak jarang aku curhat sama dia padahal usia lebih tua aku. Nggak jamin kan ya hihihi.

Dari dia juga aku kenal beberapa orang yang juga nekunin dunia nulis dan dunia-dunia lain yang jauh dari aku. Gini maksudnya, aku kenal banyak orang dari beberapa kalangan gitu lo. Kalau dulunya temenku cuma seputar itu doang, pembahasanku cuma dunia itu doang, sekarang aku kenal banyak orang dengan latar belakang berbeda. Itu ngebuat aku makin bersyukur dan bisa lebih peka dengan dunia sekitar.

Dari situ juga, aku kenal Mbak Kiki dan Mas Pandu yang udah lama melalang buana di dunia nulis dan perkontenan. Tak jarang, juga harus pintar minta wejangan ke beliau-beliau. Mereka juga yang ngomporin buat ngedotcom si blog. Akhirnya dengan gaji sendiri dari nulis juga bisa kasih blog ini tanah sama alamat rumah sekalian. Alhamdulillah . . .

Juga banyak kebetulan yang ku alami, sampai kenal banyak orang lagi. Aku yang lagi keranjingan alias lagi suka sama kopi ee dipertemukan dengan orang-orang di dunia itu. Yang suka kopilah (penikmat kopi), pegiat kopi di Blitar sampai mereka-mereka si empunya kedai kopi. Yah, dari itu juga makin suka ke kedai kopi kesukaan alias favorit. Bahkan aku jadi punya komplotan main ya berawal dari kopi, yah temennya Dhira juga. Kalau dijelasain pertemanan ini muter gitu, ya kali Blitar tuh sempit hihi.

Dari situ aku bisa belajar juga menyelami kehidupan mereka. Duniaku nggak monoton ini doang. Bahkan aku juga eksplor hal baru sama mereka. Salah satunya aku berhasil ke Ijen awal tahun ini. Aku juga banyak belajar dari mereka. Aku nggak boleh egois deh pokoknya! Makin tahu, toh setiap manusia tuh nggak ada yang sama. Jelas! Masing-masing dari kita punya cara dan jalannya sendiri dalam berkehidupan. Gitulah pokoknya.

Nah yang terpenting juga aku bisa tanya-tanya seputar kopi yang udah bikin aku candu. Kalian pasti tahu betul hampir satu tahun ini, postingan media sosialku isinya kopi mulu. Sampai di blog pun kerap ulas beberapa kedai kopi yang udah pernah aku datengin. Seneng juga, tahun lalu bisa ngeliput langsung event kopi ini di Blitar dan dihubungi langsung sama pegiatnya. Jadi makin luas jangkauan buat kenal banyak orang.

Dapat temen cewek juga yang suka kopi. Kadang masih sungkan dan malu gitu lo belajar tentang kopi sama mas-mas. Tapi, kalau sesama cewek kan asyik hehe. Dari Mbak Nisa dan Mbak Kiki juga aku bisa dan mau nyoban alias eksplor kopi. Haha anak baru ini masih suka kopi susu, latte, sama cappuccino. Nah dari mereka bisa ngerasain kopi-kopi lain. Selain itu, aku jadi punya temen buat diskusi soal kopi dan banyak hal. Hal apa pun, bahkan tak jarang kalau lagi penat atau galau minta solusi dengan curhat ke mereka. Yah walau nggak bisa leluasa, maklum anaknya kadang masih taku-takut hihi.

Kalau soal kuliah gimana?  Hemm ternyata banyak hal yang aku petik dan pelajari walau nggak seputar studiku. Kalau kataku hidupku makin nano-nano, nggak paten sama satu hal. Aku juga jadi dekat dengan dua temen kelas. Banyak kesamaan malah, salah satunya suka safari kopi. Dan dari situ juga aku berani buat merintis jasa penyuntingan bareng mereka.

Kapan-kapan ajah aku cerita soal kuliahku kek gimana ya. Padahal ini adalah salah satu janjiku awal kali aku memutuskan buat kuliah lagi, untuk lebih produktif menuliskan pengalaman selama studi S2. Kenyatannya aku nggak sekuat itu untuk nulis soal ini hihi.

Cerita soal aku bersua dan kenal orang baru malah dari awal udah aku curhatin di podcastku. Yah, tahun kemarin juga berani ngeksplor hal baru salah satunya bikin podcast hihi.

Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Jaga kesehatan selalu ya teman-temanku.

Legaaaaa curhatku akhirnya kelar dan tayang juga di blog hoooo.

6 thoughts on “2019 Pertemuanku dengan Orang Baru

Tinggalkan Balasan ke Andhira A. Mudzalifa Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *