Konsultasi Tesis Lewat Daring : Dampak Virus Korona

Salah satu dampak akibat pandemi Virus Korona ini yaitu siswa / mahasiswa dianjurkan untuk belajar dari rumah atas diberlakukannya kebijakan #dirumahaja. Maka dari itu, sistem belajar mulai memanfaatkan internet. Pembelajaran yang awalnya dapat bertatap muka secara langsung, kini cukup dilakukan lewat perantara internet. Memang ada nilai sisi baik dan kurangnya, namun semua elemen termasuk pendidik dan peserta didik harus berperan dalam hal ini.

Begitu pun dengan saya atau mahasiswa di seluruh Indonesia, yang juga harus melaksanakan kuliah daring. Kampus mempunyai kebijakan tersendiri tentang perkuliahan ini, begitu pun dengan kampus saya sendiri. Mulai dari sistem perkuliahan untuk mahasiswa yang masih berkuliah atau memiliki tanggungan SKS sampai dengan mahasiswa akhir seperti saya.

Edit by Canva

Saya sekarang berada di semester 4, yah di semester akhir. Konsultasi pun memang diajurkan lewat daring. Dengan menghubungi dosen pembimbing masing-masing apakah beliau bersedia melakukan bimbingan daring. Saya sendiri jangan ditanya, hanya di awal-awal saja saya konsultasi bahkan saya yang dihubungi dosen duluan karena memang kami ada projek bersama. Dasar emangan hihi.

Kalau pendapat pribadi saya sih, seseorang bisa cocok dengan metode ini tuh ya tergantung pribadi dan dosennya masing-masing. Kalau saya tetap membutuhkan tatap muka untuk bimbingan supaya lebih plong dan leluasa. Tergantung dengan kapasitas sang dosen pula. Pernah saya sempat beberapa kali kirim email, tapi memang sepertinya beliau tak sempat atau bagaimana untuk mengoreksi tugas/calon tesis saya.

Saya pernah tahu kalau biasanya mahasiswa di luar negeri tuh nggak perlu bimbingan tatap muka sesering mungkin. Cukup berapa kali dalam sebulan kalau nggak salah. Dan cukup mengirimkan progesnya lewat email saja. Maklum juga, saya fans garis keras Gitasav jadi agak-agak paham wkwk. Selain itu, beliau-beliau juga harus mengisi kelas daring di saat ini, saat pandemi sekarang ini.

Dan terkadang ada dosen yang keberatan untuk melakukan bimbingan lewat daring atau memang beliau memiliki keterbatasan atas ini. Nah Mengesampingkan masalah tersebut, setidaknya kita tetap berprogres saat ini. Ini sebenarnya juga nasihat buat saya kali ya hihi.

Pasti ada kebijkan atas hal ini, memang dosen diharuskan untuk memberikan bimbingan lewat daring bahkan menguji skripsi/tesis/desertasi pun lewat daring. Katanya sih, sidang jalur Korona. Kemarin salah satu teman saya juga telah melaksanakan ujian seminar proposal tesisnya. Yah lagi-lagi, pasti ada sisi positif dan negatifnya.

Yang perlu diingat dan diperhatikan juga, kita tetap harus punya adab ketika ingin melakukan bimbingan atau konsultasi lewat daring. Beberapa tips ini siapa tahu kalian butuhkan.

Edit by Canva
  1. Meminta izin dosen apakah berkenan menerima dan memberikan konsultasi lewat daring
  2. Membuat kesepakatan dengan dosen untuk skema selama proses bimbingan pandemi ini
  3. Menekankan pada diri sendiri untuk selalu rajin bimbingan. Setidaknya mengirimkan kemajuan atau perkembangan calon skripsi/tesis
  4. Patuhi anjuran atau kesepakatan yang diberikan oleh dosen

Setidaknya dengan ini kita, baik pendidik dan peserta didik (dosen dan mahaiswa) lebih melek teknologi. Lebih dekat dengan teknologi. Bukan hanya untuk kesenangan semata, tapi untuk nasib pendidikan kita. Bukan begitu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *