Membatasi Mengonsumsi Berita

Sudah berjalan 6 hari dari perhitungan saya, saya nggak nengok twitter dan media sosial secara itensif. Terlebih sih twitter. Memang sengaja membatasi diri buat nggak konsumsi berita di akhir-akhir. Jujur, makin banyak infomasi makin jengah saya ngerasainnya. Apalagi kalau bukan tentang pandemi Virus Korona ini.

Bukannya saya ingin tak acuh terhadap itu, tapi saya hanya menjaga diri untuk nggak terlalu mikir dalam-dalam masalah ini. Hanya membatasi diri supaya nggak bikin saya pusing atau bahkan bikin stres. Justru, saya menyisihkan banyak waktu untuk menjalani hari saja. Saya nggak ingin nambah sulit keadaan terutama buat saya dan orang sekitar.

Tetap menjalani hari di saat ini dan tentunya dengan cukup banyak kewaspadaan. Boleh panik, tapi nggak boleh sampai ketakutan yang berlebihan. Justru, pikiran kita harus segar dan bahagia selalu, tanpa rasa khawatir berlebihan. Yah, kalau saya memilih demikian. Lebih memilih meluangkan waktu dengan keseharian saya di masa karantina ini. Mengurangi asupan informasi yang masuk.

Kalian bis mendengarkan podcast saya tentang kegiatan apa saja yang bisa dilakukan di rumah selama karantina di sini.

Mengonsumsi informasi pun harus dari sumber yang jelas, jangan sampai kemakan informasi tidak benar dari whatsapp misalnya. Apalagi dari whatsapp keluarga yang justru malah bikin ketakutan berlebih pada ibu saya alias memperkeruh suasana. Saya harus bertindak, dengan tetap memberikan pengertian kepada keluarga serta memberikan energi baik bahwa kehidupan harus tetap berjalan.

Nanti kamu ketinggalan infomasi update lo!

Yah tetap harus melek berita dong!

Bla bla bla . . .

Kenapa sih saya memutuskan untuk nggak banyak tengok sosmed ? karena saya ngerasa nggak cukup mampu untuk ngerem setiap perasaan dan tindakan yang ditimbulka setelah membaca berita itu. Saya ngerasa makin banjir berita justru makin membuat daya imun saya lemah. Pikiran terkuras, emosi terkuras, rasanya pen nyinyir juga kalau ada mereka-mereka yang bikin kelakuan aneh-aneh.

Konyol tuh orang! daripada sumpah serapah juga keluar dari mulut saya, mending saya nggak banyak lihat medsos terlebih membatasi main twitter. Sebisa mungkin saya tetap konsumsi berita, tapi dengan daya tampung alias batas kemampuan saya sendiri. Dengan? dengan memberikan jadwal mantengin media sosial.

Saya lebih memilih menengoknya ketika pagi hari setelah beberes. Jadi, kalau pusing sama pemberitaan saat ini setidaknya kerjaan rumah udah kelar. Nggak berlarut-larut hingga lupa bahwa rumah perlu diberesin. Juga bisa dengan duduk santai sore di hari ditemani segelas teh atau kopi hangat, setidaknya bisa menghangatkan suasana ketika baca berita nggak pakai emosi hehe.

Edit by Canva

Saya rasa dengan membatasi mengonsumsi berita atau bermain media sosial menjadi satu kegiatan preventif agar terhindar dari virus ini. Setidaknya dengan melakukan hal tersebut, kesehatan mental dan pikiran kita terkendali. Tetap berpikir dan bertindak positif ya semuanya.

Untuk saat ini memang mematuhi anjuran pemerintah adalah cara yang paling tepat untuk memutus penyebaran Virus Korona ini.

  1. Tetap berada di rumah
  2. Rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  3. Jangan keluar jika tidak ada kegiatan atau urusan mendesak
  4. Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi
  5. Rajin berjemur dan olahraga
  6. Menjaga kebersihan lingkungan terutama hunian kita
  7. Menerapakan anjuran pembatasan sosial dan pembatasan fisik (jaga jarak)

Jangan sebar kepanikan dan menyebar informasi tidak benar! dan yang terpenting kita pun harus tetap waspada!

4 thoughts on “Membatasi Mengonsumsi Berita

  1. Samaan banget, Mbak! Sekarang kalau mau buka tentang COVID-19 paling cuma update berapa orang yang terjangkit. Tapi kayaknya bisa dihitung jari aja, sih. Hahahaha. Lainnya, memilih dan memilah info saja kira-kira mana yang bisa diterapin, mana yang enggak.

    Stay safe, Mbaaak!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *