Hal yang Disyukuri Selama Ramadan di Tengah Pandemi

Saya tahu, pasti nggak mudah melewati hari demi hari dengan penuh kekhawatiran.

Saya memahami bahwa sebagian mereka di sana sampai nggak tahu dan nggak bisa berbuat apa-apa.

Ramadan tahun ini jelas berbeda.

Yah berbeda . . .

Tapi, ada hal yang saya rasakan begitu nikmat. Allah kasih cobaan, tapi Allah nggak lupa kasih kenikmatan. Dan perasaan syuukur ini saya rasakan walau di tengah pandemi, masa sulit seperti ini.

Fokus Beribadah

Walau saya nggak bisa dibilang rajin-rajin amat soal menabung amal, tapi saya ngerasain benar-benar ingin fokus selama ramadan ini. Lebih rajin tarawih misalnya. Yang biasanya di bulan ramadan selalu ada yang bolong saat ikutan bukber. Setelahnya menyesal karena nggak bisa tarawih berjamaah. Yah, di lingkungan rumah saya masih melaksanakan tarawih, tapi memang nggak banyak jamaah dan sholat harus berjarak.

Ngerasa Lebih Damai

Ngerasa lebih damai di ramadan tahun ini. Rasanya nggak banyak yang harus saya kejar, rasanya saya nggak perlu ngoyo, rasanya saya nggak perlu foya-foya juga. Buka dan sahur dengan sederhana, tapi nikmat. Rasanya saya begitu menikmati suasana sunyi ini, begitu damai walau suasana khas ramadan nggak lagi sama.

Kebersamaan

Makin bisa menghabiskan waktu bersama orang terkasih, keluarga. Makin erat jaga satu sama lain. Makin rukun dengan tetangga, saling bahu-membahu di tengah masa sulit seperti ini.

Menikmati

Yah saya adalah salah satu orang yang menikmati di suasana demikian. Jangan disalah artikan ya! Saya menjadi lebih fokus dengan saya sendiri, selain dapat waktu banyak mencoba dan belajar banyak hal, saya lebih pelan-pelan juga belajar lebih mengenali diri sendiri.

Badai pasti berlalu . . .

Tetap semangat semua . . .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *