Mudik ? Sebaiknya Jangan Dulu Deh!

Edit by Canva

Perkara perbedaan kata mudik dan pulang kampung tidak akan habis diperdebatkan. Kalau anak bahasa menyimpulkan bagaimana nih ? #tanyasamadirisendiri. Kalau saya bilang pengertian kata mudik dan pulang kampung tidak sama, juga tidak berpengaruh besar. Toh mudik atau pulang kampung memang tidak diajurkan saat-saat ini.

Oke, ini tidak akan ada habisnya seperti perdebatan antara tim bubur diaduk dan  tim bubur nggak diaduk yang tidak ada habisnya. Yeay kan ya?

Saat-saat berat seperti ini, masa pandemi yang begitu sulit seperti ini memang banyak hal berat yang harus kita lalui. Yang sebelumnya kita menjalani hari demi hari tanpa ada rasa khawatir dan ketakutan, sekarang berbalik. Seluruh kegiatan yang kebanyakan dilakukan di rumah dan saling berinteraksi dengan banyak orang. Pemerintah pun menganjurkan untuk pemisahan sosial dan pemisahan jarak. Kini belajar, bekerja, dan beribadah dilakukan di rumah.

Karantina atau #dirumahaja sudah berjalan hampir 3 bulan lamanya. Apalagi di ramadan kali ini, bulan suci tahun ini berbeda. Kita sedang berada di masa-masa kesulitan di tengah pandemi seperti ini. Beberapa daerah di Indonesia pun sudah menerapkan PSBB apalagi zona merah yang berarti banyak kasus atau seseorang yang terinfeksi virus korona ini.

Ramadan berbeda, begitu pula lebaran tahun ini. Lebaran sebentar lagi dan kita dihadapkan untuk tetap di rumah saja. Pemerintah pun menetapkan larangan mudik untuk memutus rantai penyebaran Virus Korona. Saya rasa, ini adalah pilihan tepat. Peraturan yang memang nggak mudah untuk kita. Namun, ini untuk kebaikan kita bersama.

Nggak mudik selain melindungi dan terbaik untuk kita, juga kebaikan untuk orang tua dan kelaurga kita. Kita mungkin tak pernah sadar, siapa tahu kita pembawa virus tersebut. Kalau kita mudik, siapa tahu juga kita menularkan virus ini ke keluarga. Tidak ada yang tahu. Tapi, dengan mencegah di awal saya rasa pilihan yang tepat untuk saat ini ya salah satu cara jangan mudik dulu.

Jadi, nggak mudik dulu yaa gess …

Mungkin saya beruntung karena saya berada di rumah. Tapi, saya juga sedih nggak bisa lebaran dengan kumpul lengkap bersama keluarga. Jadi, kita sama-sama menjadi kuat ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *