Resolusi Setelah Idul Fitri

Edit by Canva

Sebuah harapan untuk menjadi manusia lebih baik setelah lebaran, saya kira setiap tahunnya berdoa demikian. Walaupun sebagai manusia saya selalu mengulangi kesalahan yang sama, saya masih suka lalai. Saya kembali ke kebiasaan lama atau bahkan lupa akan doa-doa yang saya panjatkan. Saya telah menjadi manusia yang ingkar akan nikmat, saya ingkar akan bersyukur.

Saya ngerasa tahun kemarin adalah tahun di mana saya lalai akan banyak hal. Saya terbuai akan kenikmatan, akan hal baru yang saya dapat. Tapi, tidak diimbangi dengan bersyukur. Saya hanya menikmati tapi nggak memetik sisi lain, bahwa setiap apa yang diberikan oleh Allah selalu ada pelajaran yang didapat dari sana. Tahun kemarin adalah tahun di mana saya ingkar akan banyak hal.

Saya nggak giat untuk cari kerjaan sampingan di sela-sela kuliah. Saya lalai sama kuliah, hampir satu semester lebih tesis nggak kesentuh. Saya boros, sering jajan kopi, sering main. Dan semua itu adalah bentuk ingkar atas janji di mana saya akan menjadi manusia yang kembali fitri setelah lebaran. Bukan ! bukannya saya nggak bersyukur atas hal lain yang saya dapat di tahun kemarin, saya kenal banyak orang, saya mencoba hal baru, saya belajar hal baru, dan semua itu saya dapatkan dengan mudah. Itu anugerah.

Di saat saya lalai pun Allah masih peduli dengan saya. Apalagi kalau saya selalu  bersyukur atas nikmat yang selalu Ia limpahkan pada saya. Allah sayang sama saya. Buktinya saya masih sehat, pikiran saya masih bisa ditata, walau di saat-saat tertentu saya mengalami keputusasaan, rendah motivasi, dan terpuruk.

Setelah ini saya hanya berharap, berdoa, dan mengusahakan agar tak ingkar akan nikmat dari Tuhan. Saya harus menanamkan rasa syukur, saya harus banyak usaha, saya nggak boleh lalai. Begitulah kira-kira resolusi saya akhir ramadan dan lebaran tahun ini.  Tak lupa, doa terpanjatkan untuk masa sulit ini segera berlalu. Aaminn Aamiin Ya Rabb.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *