Kedai Kopi Terakhir yang Ku Kunjungi Sebelum #dirumahaja

Edit by Canva

Udah nggak ngopi berapa bulan ? untuk urusan ngopi langsung ke kedai kopi udah sangat lama. Kalau ngopi di rumah sih masih, sesekali juga take away. Terakhir take away kemarin, kopi susunya enak, nggak rugi dengan harga yang lumayan mahal sih menurut saya hihi. Ada harga ada rasa, benar adanya.

Baca Juga : Social Distancing, Ngopi di Luar Pending Dulu Ges!

Sebelum pemerintah memberlakukan aturan untuk #dirumahaja, bekerja, belajar, dan beribadah di rumah seinget saya, saya masih sempat ngopi ke kedai kopi. Sebelum balik Blitar dan sakit hampir semingguan lebih, saya sempat ngopi di Malang di Katamichi Coffee. Saya juga sempat ngumpul sama temen SMA (ini juga sebelum sakit) di salah satu kedai kopi Blitar, sekarang jadi kedai langganan juga di Split Espresso Blitar.

Katamichi Coffee

Sebagai penggemar kopi baru, saya tuh lagu suka jelajah kedai kopi. Karena juga kuliah di Malang, Malang juga terkenal dengan banyak kedai kopi. Jadi makin terbuka buat saya icip-icip kopi. Sebagai penikmat kopi baru, yang lagi suka sama latte dan cappucino seringnya kalau ke kedai kopi baru, icipnya ya hanya dua varian itu aja. Kalau latte atau cappucinonya enak, sudah pasti ngena di hati dan nggak ada keraguan buat kembali.

Biasanya saya memilih tempat ngopi ya random aja gitu. Eh saya punya daftar kedai kopi mana yang harus saya kunjungi, yang saya idamkan hehe. Nah, sebelum himbauan #dirumahaja dan saya masih di Malang, kemarin sempat ke Katamichi Coffee. Kedai kopi khas Jepang atau ala Jepang. Mungil dan serba putih, jadi masih kelihatan luas ya. Tapi, saya kurang puas sama es lattenya. Memang kadang latte kalau dibikin dingin kurang greget katanya. Karena pecinta es ya, saya selalu suka pesan es kopi hihi.

Kemarin nggak lama di sini, hanya ngobrol bertiga dengan teman. Foto-foto pun juga nggak banyak dan antusias. Biasanya bakal eskplor setiap sudut kalau ke kedai kopi baru. Entah kemarin pada malas ya. Selain itu, kedai kopi ini cocok untuk ruagan kerja. Jadi, ngerasa kikuk ajah kalau kitanya ramai. Hanya anggapan pribadi.

Lain waktu saja ya bakal saya ulas lebih dalam.

Split Espresso

Menjadi kedai kopi langganan untuk saat-saat ini. Ini versi lengkap, karena selain tempatnya nyaman, rasanya juga top. Tapi, kalau untuk saya menghabiskan waktu sendirian, me time, ngerjain tugas, kurang cocok. Bukan karena tempatnya, tapi karena udah kenal yang punya, kenal sama beberapa temen, jadi suka nggak enak kalau sibuk sendiri. Padahal mah bebas kan ya. Namanya orang Indonesia ya, rasa sungkan masih nomor wahid.

Kalau ke sini pasti nggak jauh-jauh sama latte dan cappucino. Dua menu wajib ala saya ya, ya karena lagi suka dua menu itu. Tapi, malam itu pas lagi ngumpul sama temen-temen saya nyobain kopi filter. Saya udah mulai bisa minum kopi filter lo, ya bertahap sih. Ini juga karena temen yang ngajarin dan nggak mengecewakan kok.

Nah malam itu (sebelum esoknya saya sakit), saya kumpul sama tiag cowok. Sahabat saya masa SMA, yang cewek pada nggak bisa ikutan. Jadilah saya doang yang cewek. Untungnya ada temen saya di sana, walau nggak ngobrol satu meja. Seru sih malam itu, selain main UNO, tentu nggak lupa mengenang jaman sekolah dulu.

Baca Juga : Tempat yang Akan Dikunjungi Setelah Pandemi Berakhir

Udah lama banget rasanya nggak me time ke kedai kopi. Sekarang emang ngopinya di rumah aja ya. Tapi, kemarin sempat nyolong-nyolong. Beli kopi buat bawa pulang ee jogrok alias duduk dan ngobrol bentar sama temen he.

Tetap #dirumahaja ya, jangan bandel!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *