Soal Nulis Saya Masih Harus Banyak Belajar

Memulai kembali ngeblog setelah lulus kuliah S1 di tahun 2016 lalu. Saya tidak pernah menyesali sebelum itu saya nggak aktif di blog, padahal saya sudah mulai ngeblog sejak lama. Saya juga bersyukur di saat masa-masa nunggu kerjaan, saya kembali buka-buka tulisan lama di blog yang akhirnya membuat saya kembali ngeblog. Kembali ngeblog dengan blog baru sih karena blog lama isinya amburadul dan saya ingin membangunnya dari awal.

Sejak saat itu saya mulai rajin nulis di blog. Mulai dari curhat, nulis apapun yang sedang dirasakan atau dilakukan, pokoknya random gitu. Kemudian berpikir setidaknya menulis hal yang ada di dekat dan saya sukai saja.

Kala itu awal kerja, baru dapat gaji pertama karena awalnya saya memamg suka jajan, udah punya gaji makin suka jajan. Nggak ada salahnya mengabadikan momen saat jajan juga di blog. Kenapa juga nggak saya abadikan apa yang sedang saya geluti ? Saat itu juga saya masih aktif ngajar. Jadi, tak jarang blog isinya penglaman saya saat ngajar.

Mulai lambat laun saya mulaimenemukan apa yang saya suka dan kiranya menggambarkan saya lewat tulisan. Aslinya sih nggak sengaja karena sering cari konten kopi (sebenarnya ini untuk freelance) ee keterusan, saya makin sering cari konten soal kopi. Bukan karena hanya untuk konten, kenyataanya saya suka sama kopi, suka sama suasana kedai kopi, senang bisa kenalan sama orang baru. Dan dari sana saya makin sering jelajah warung kopi.

Baca Juga : Menjelajah Kopi Susu Kekinian Malang

Saya nggak paham soal kopi sampai saat ini malah. Apa yang saya tulis soal kopi, yang saya ulas adalah murni apa yang saya rasakan, apa yang saya dapatkan, dan momen-momen soal kopi yang saya abdikan. Saya mengulas sesuai dengan apa yang saya rasakan karena kembali lagi selara orang berbeda bukan?

Tapi, kalau selama latte sama cappucinonya enak, kopi di sana patut dicoba.

Kalau ditanya kedai kopi enak mana nih?

Enak soal apa dulu?

Karena saya punya kriteria kedai kopi enak karena memang rasanya enak, tempatnya juga enak. Ada pula yang hanya memuat satu kriteria saja. Selama saya nyaman di sana, barista ramah, tempatnya asyik saya bakal berkunjung lagi walau kopinya nggak terlalu waw.

Baca Juga : Kedai Kopi Favorit di Blitar

Dilema juga ternyata ngusung konten kuliner atau kopi ya. Kadang takut nggak bisa kasih informasi yang benar-benar baik. Dan soal ini pun saya masih belajar, terus mencari tahu juga sih minat saya di mana. Tapi, yang jelas saya suka nulis dan saya cinta nulis.

Ini juga jadi tahun kedua saya ikutan tantangan menulis selama ramadan dari BPN. Selain mengisi waktu selama ramadan dan ngasah kemampuan menulis, saya tertantang buat menyelesaikan topik demi topik yang ditentukan, yang juga kadang buat saya kesulitan.

Terima kasih Vera kamu konsisten nulis walau harus beberapa kali rapel. Terima kasih BPN memberikan wadah untuk bloger pemula ini berkiprah ceileh berkiprah.

2 thoughts on “Soal Nulis Saya Masih Harus Banyak Belajar

Tinggalkan Balasan ke Verwati Iriani Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *