Apakah Perlu Membangun Branding ?

Kali ini mau cerita soal kenapa akhirnya saya bikin konten buku di instagram. Tepatnya, alasan buat ngulas buku yang udah pernah saya baca. Soal ulas buku, saya juga pernah beberapa kali nulis soal ngulas buku yang udah pernah saya baca di blog. Haha saya mulai hobi baca buku lagi dan akhirnya tambah doyan beli buku.

Namun, nggak konsisten karena memang blog saya bangun karena ingin berbagi hal saja di blog (alasan utama curhat hihi). Termasuk soal mengulas buku. Jadi, isi blog pun kebanyakan nano-nano alias blog gado-gado. Blog ini pun juga, tapi makin lama saya menyukai soal ngulas tempat atau makanan dan minuman (kuliner).

Oke skip, udah ke mana-mana bahasannya.

Ternyata untuk menjadi konsisten membangun branding diri itu nggak mudah. Niat hati juga nggak ingin disebut bloger, conten creator, influencer, atau apalah. Hanya berbagi tentang apa yang saya lakukan dan tekuni sampai sekarang. Tapi, ternyata itu membawa ciri khas pada saya. Agar tulisan di blog saya dibaca pun butuh promosi, jadi tak khayal mereka menjuluki saya sebagai bloger yang suka bahas ini, ini dan ini (kopi maksudnya hihi). Tak jarang, banyak yang meminta saya untuk merekomendasikan kedai kopi yang cocok bagi mereka.

Dan dari pencapaian ini, saya nggak menduga soal ini dan nggak ada cita-cita soal ini. Intinya cuma mau berbagi saja. Namun, ternyata saya banyak mendapatkan hal baik dan respon baik dari mereka. Selain itu, dengan blog ini juga saya bertemu teman-temen yang suka nulis juga, ngeblog juga, sebut saja Andhira yang sekarang jadi temen nongkrong hihi. Selain dia saya juga berkenalan dan bersua dengan beberapa temen bloger dan teman sefreksuensi.

Dan ketemu juga dengan mereka yang doyan ngonten. Akhirnya kek meresa punya temen senasib seperjuangan gitu lo. Yang awalnya cuma buat seneng-seneng ajah, saya jadi kepikiran buat serius. Saya harus berkembang, saya harus banyak belajar supaya apa yang saya bagikan lebih beragam, lebih diterima, dan bermanfaat tentunya.

Soal branding, saya masih belajar hal itu pelan-pelan. Bahkan untuk semuanya karena saya terjun di dunia ini juga nggak ada niatan yang kek gimana-gimana amat (supaya terkenal misalnya). Menekuni hanya sebatas hobi, kesenangan, dan hanya memang untuk berbagi saja.

Ini intronya panjang banget dah, kebiasaan memang Vera.

Kalau kalian ngeh memang hampir setahun ini postingan saya cuma seputar kopi dan kedai kopi. Yah, saya memang mulai jatuh cinta dengan kopi. Tapi, semakin saya suka sampai detik ini semakin saya nggak tahu apa-apa soal kopi. Begitu juga semakin sering dan banyak ketemu orang sefrekuensi, semakin membuat saya nggak tahu apa-apa soal media sosial, soal dunia konten, soal bloger, dan lain sebagainya.

Katanya saya harus membangun branding. Nah, nggak cukup disebut sebagai bloger saja kah ?

Tahu nggak? mikir konten, mikir branding (yang saya nggak tahu-tahu amat juga sempat bikin saya stres mikirinnya). Ternyata saya nggak cukup tahu mau saya sebenarnya apa, saya terjunnya di mana, ciri khas milik saya apa, saya dikenal sebagai apa sih? Tapi, kalau saya pikirin terus malah saya nggak berkarya, saya nggak nulis-nulis. Kalau cuma saya pikirian doang, mana mungkin saya ngepodcast, mana mungkin saya juga bikin youtube, mulai dari belajar pengambilan video sampai edit dan kesemuanya nggak mudah. Edit mengedit begitu menguras tenaga, pikiran saya hihi.

Ternyata masih banyak hal yang ingin saya pelajari di dunia digital ini. Teryata masih banyak hal yang nggak saya ketahui tentang banyak hal. Mungkin beranggapan saya tuh nggak konsisten, suka berubah-ubah. Saya mau beralibi, kalau saya ingin eksplor banyak hal, nyoba banyak hal. Walau jauh dari kuasa saya, walau jauh dari apa yang saya bisa.

Namun, sejauh ini respon cukup baik. Toh saya tetap nulis, saya tetap ngeblog, saya tetap curhat di sini. Cuma peer buat saya nih, branding apa yang harus saya bangun? pusing juga kalau ditanya.

Nah kenapa akhirnya saya hadir buat ngulas buku juga ? kan malah belum kejawab, malah meleber ke mana-mana. Karena saya ternyata cukup jago soal ulas mengulas hihi. Namun, akan saya lanjut saja di curhatan selanjutnya ya. Haha dasar Vera kalau nulis suka ke mana-mana bahasannya.

Terkhusus nih, terima kasih untuk teman diskusi soal konten ya Mbak Nisa. Saya udah pernah cerita bagaimana saya berjumpa dengan Mbak Nisa dan manusia-manusia sealiran eh sefrekuensi di sini.

Selalu semangat menebar kebaikan ya. Jadi, kalau saya sering posting dan sering promosi tulisan harap bersabar yaaaa . . .

2 thoughts on “Apakah Perlu Membangun Branding ?

  1. Saya awal-awal juga kontennya campur-campur. Makin ke sini makin tau pengennya dan demennya apa, terus jadi fokus ke satu aja deh biar lebih gampang ngaturnya. Setelah yang difokusin itu udah dalam tahap established, baru deh lanjut lagi ngeksplor sesuatu yang baru.

Tinggalkan Balasan ke N Firmansyah Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *