Menemukan Kedai Kopi Unik : Ngopi dan Vintage, Ningsih Galeri

Pernah nggak sih mengunjungi kedai kopi atau tempat makan bukan karena menunya? Tetapi, karena tempat dan kenyamannya yang diberikan ?

Membuat kita tak jemu untuk kembali. Dia adalah alasanku untuk kembali #ceileh. Macam itulah . . .

Saya begitu semangat untuk bercerita salah satu tempat yang sukses bikin saya kesemsem. Tiga hari lalu saya seperti menemukan harta karun di kota kelahiran. Hahaha lebay banget, tapi memang seseneng itu ya ampun.Iya benar, nggak jauh-jauh sama kopi yaitu kedai kopi. Tapi, kedai kopi ini begitu istimewa bagi saya.

Nggak afdol, tanpa pakai bumbu curhat oke! Jadi, malam sebelumnya saya ngebet banget sama status temen di media sosial. Ya si Tutut sedang bermalam minggu ria dengan kekasih. Dia seperti sedang berada di rumah ditemani dengan secangkir kopi hitam. Di baliknya terdapat TV hitam putih era lama, telepon lama, kamera lama, pokoknya semua barang-barang lama alias tempo dulu (maaf ya jika saya nggak terlalu paham penyebutannya bagaimana).

Saya kira dia sedang berada di rumah kekasihnya atau teman eee ternyata berada di sebuah kedai kopi rumahaan. Jadilah saya ngebet diajakin ke sana karena saya sangat suka dengan sejarah, dengan barang-barang lama, nuansa tempo dulu selalu memikat hati. Wong daripada diajakin ke pantai saya lebih suka dijakin ke museum. Yaa nggak bilang pantai jelek yeee. Cuma kesukaan semata.

Okee saya tahu, saya udah cukup nyampah tiga hari ini. Kalian pasti kesal dan bertanya-tanya. Tenang, saya akan pamerkan lebih detail ke kalian semua. Esoknya saya udah sampai di kedai kopi rumahan dengan konstum rumahan pula alias saya pakai piyama. Duh pikir saya sekenanya ajah, pengen segera nyusulin Tutut sama Andhira yang udah sampai sana duluan.

Kedai Kopi Bergaya Tempo Dulu

Saking senengnya, baru nyampek langsung muter sudut demi sudut di kedai kopi ini. Sampai kenalan dengan yang punya pun, dengan Mas Will kek nggak punya malu hihi. Kami bertiga juga sempat juga ngobrol sama Mas Will sambil selonjoran di teras, kepo banget sama tempat ini. Kenalan juga sama Mbak Sinta dan ngobrol banyak hal seputar barang-barang antik, klasik, dan vintage koleksi kedai kopi ini.

Ngopi dan Vintage : Ningsih Galeri ini baru buka 2 minggu ini. Sebenarnya sempat buka di awal tahun, tapi karena pandemi kemarin sempat tutup. Kalau kata saya seperti menemukan oase di tengah gurun. Kenapa gitu? tempat ngopi di Blitar tuh banyak, kedai kopi kekinian makin menjamur. Tapi, nuansa tempo dulu seperti ini ditambah dengan sambutan ramah sang pemilik, sungguh langka.

Mas Will memang menciptakan ruang ngopi berbeda dengan lainnya. Dengan barang-barang lama koleksinya. Di Blitar memang belum ada kedai kopi macam ini. Kalau kata saya memang harga mahal buat ngopi di sini dengan nuansa tempo dulu yang ditawarkan.

Ngopi Nyaman Ala Rumahan

Kedai kopi ini merupakan rumah, bangunan rumah yang Mas Will pulas cantik seperti ini. Tambah memberikan nuansa ala rumahan karena kami disambut hangat seperti berkunjung ke rumah teman atau kolega. Bahkan kekepoan kami akan semua barang di sini dan semua hal seputar Ningsih Galeri ini akan dijawab dengan sabar dan gamblang.

Benar-benar seperti sedang berada di rumah apalagi sebagian barang-barang lama di sini mengingatan saya dengan barang milik nenek dan kakek. Kalau ke sini layaknya berkunjung ke rumah nenek, ke rumah mbah. Contohnya, kursi-kursi lama di ruangan utama kedai ini mengingatkan saya akan kursi milik nenek. Dulu duduk di kursi seperti ini betah berlama-lama, kamarin pun saya juga asyik bersender.

Kedai Kopi dengan Koleksi Barang Antik, Klasik, dan Vintage

Pokoknya kalau barang lama saya sebutnya barang tempo dulu gitu atau barang antik. Tapi, ternyata punya penyebutan berbeda. Memang kelihatan awam bangetkan. Lag-lagi, saya malah dapat ilmu baru di Ningsih Galeri: Ngopi dan Vintage lewat Mas Will.

Mas Will memang seorang kolektor barang-barang lama, barang tempo dulu ini. Semua barang di sini adalah milik pribadi beliau. Memang sengaja dibikinkan khusus sebuah tempat untuk koleksinya sekaligus menjadikannya tempat ngopi. Koleksi barang-barang di kedai ini terdiri dari mulai dari barang antik, barang klasik, dan barang vintage. Beda lo yaa! Saya juga baru tahu hehe, tenang aja.

Digolongkan sebagai Barang Antik yakni barang-barangnya sudah susah dicari. Disebut barang antik di rentang waktu 1900-1950-an, misalnya saja keris yang merupakan barang antik. Di Ningsih Galeri sendiri terdapat koleksi barang antik salah satunya buku lama era 1900. Wah keren bukan?

Barang Klasik yakni barang-barang identik dengan kayu dengan besi di periode pertengahan 1950. Nah, sedangkan Barang Vintage yakni barang-barangnya identik besi dengan plastik di periode sekitar tahun 1970-an. Contohnya kamera klasik vintage terpajang milik Ningsih Galeri.

Konsep kedai kopi lebih mengusung konsep vintage (gabungan ketiganya) karena banyak koleksi barangnya berasal dari era vintage. Jadi, selain bisa ngopi kalian juga bisa menembah wawasan tentang koleksi barang lama, seru banget bukan?

Hidangan Sederhana Bikin Hangat Suasana

Memang bukan kopi susu kekinian yang ditawarkan seperti kedai kopi yang ada saat ini. Tapi, kopi dan menu ala rumahan. Bagi saya nggak masalah, justru makin menambah kesan seperti berkunjung ke rumah nenek. Hidangan sederhana yang membuat suasana saat bersama menjadi lebih hangat.

Kami bertiga kemarin memesan tahu petis sebagai pendamping kopi dan wedang uwuh. Yah yah, saya menikmati kopi hitam di sini seperti kopi hitam buatan nenek. Nasi Daun (sego kucing) juga bisa kalian coba. Dibungkus dengan daun jati, makin kerasa tempo dulu. Semua dihidangkan ala tempo dulu. Menambah kesan tempo dulunya heemmm….

Di sini tidak menyediakan koneksi internet alias wifi ya. Jadi, gunakan waktu sebaik mungkin untuk me time, nongkrong atau bisa eksplor seluruh sudut dengan kamera ponsel kalian.

Menemukan Tempat Nyaman untuk Baca Buku

Selain ngopi, kita juga bisa baca buku di sini.Ya walau saya nggak baca buku yang saya bawa ini, tapi saya sempat baca majalah Bobo dan Donald Duck koleksi milik Ningsih. Tapi, saya bakal balik ke sini buat me time, buat baca buku. Suasana di sini sangat cocok untuk baca buku, fokus dengan bacaan sambari melirik barang-barang di sini.

Yah kemarin seneng ajah gitu nemukan majalan Bobo dan Donald Duck dimana diterbitkan pada sekitar tahun 1987. Saya saja belum lahir ke dunia hoho. Oh ya, kalau majalah Bobo versi tahun 1990-an, era saya tuh rada panjang gitu. Kalau yang lagi saya baca ini lebih lebar. Ada juga koleksi buku-buku lama, kemarin belum sempat saya tengok lebih teliti.

Seneng banget menemukan majalah yang melegenda ini, menemani juga masa kecil saya. Awal suka baca buku ya bermula dari majalah-majalah ini. Serasa bernostalgiaaa …..

Saya benar-benar menyukai tempat ini selain saya memang tertarik dengan konsepnya, tempatnya benar-benar nyaman. Serasa memberikan ruang buat kita me time, untuk bener-bener nggak fokus dengan gawai. Memberikan suasana hangat saat kita menikmati waktu dengan teman, saat nongkrong. Dan terlebih menambah wawasan juga dengan sambutan hangat dari pemilik.

Informasi Selengkapnya :

Lokasi : Jalan Soedanco Supriyadi no. 185, Sananwetan, Kota Blitar

Jam Buka : Senin sampai Sabtu, pukul 17.00-24.00 WIB

Instagram : sejauh ini masih belum ada akun instagramnya ya, cuma kalian bisa ikuti instagram pemilik @m.will33

NB : Harap diperhatikan tahun penulisan postingan ya. Postingan ini juga bisa mengalami perubahan (jika penulis kembali berkunjung dan memiliki informasi baru). Jika ada penambahan informasi, penulis akan memperbarui secara berkala.

7 thoughts on “Menemukan Kedai Kopi Unik : Ngopi dan Vintage, Ningsih Galeri

  1. wah gila ini tempatnya vintage banget, di Surabaya ada sih kayak gini ya jual masakan Indo gitu. suasananya juga menenangkan berasa di rumah nenek heheh.. aku lebih suka ke tempat gini daripada ke kafe-kafe..

  2. Lho lho kok aku ingin main kesana juga yaaa, tapi sayangnya jauh😭 Sebetulnya aku termasuk orang yg pilih kopinya duluan baru tempat, tapi gak jarang tempat juga menentukan, misal kalau tempatnya berisik dan kurang sreg gak akan saya datengin. Tapi kalo ini sih kayaknya harus banget didatangin😭 Nanti deh kalau saya ada waktu buat trip ke Blitar—entah kapan, semoga bisa menyambangi Ningsih gallery:’)

    1. Halo mbak 🙂 orang mana e mbak ?? iyaa bener, aku juga juga gitu kok. Tapi, nggak jarang nemu tempat nyaman tanpa alasan neko2 (ceileh) wkwkw. Emang kita harus menemukan yg nyaman ya mbak wkwkwkw. Ayukkk, ke Blitar. Awas nanti kepincut lo mbak 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *