Perjuangan Bersepeda ke Bendungan Ngusri

Inilah postingan pertama setelah memperpanjang masa aktif domain. Beri ucapan selamat kawan-kawan. Akan sangat merasa berdosa jikalau blog ini terlihat sunyi seperti tak bertuan.

Edisi ngoceh menyoal bersepeda lagi. Vera sekarang seneng banget ya bersepeda ?! Ya karena ngerasa olahraga yang bisa saya nikmatin ya bersepeda. Dan yang nggak pro-pro banget sih alias berolahraga jikalau ingat dan ingin saja hihi. Tapi, emang hampir (sedikit) rutin setiap seminggu sekali barengan sama temen-temen di hari minggu.

Tiap minggu emang sengaja cari rute dan tujuan berbeda. Karena saya orangnya ngikut ajah, mau sepedahan ke mana gitu manut. Setelah bersepeda ke Embung Umbul dua minggu sebelumnya, kami berinisiatif untuk bersepeda ke Bendungan Ngusri. Yah lagi-lagi rute ke arah utara alias dengan rute yang tetap nanjak seperti rute ke Embung Umbul, tapi agak jauh lagi.

Memaksa bangun pagi buat saya emang rada sulit, jadi bersepeda di minggu pagi setidaknya kasih pecutan buat bangun pagi (walau seminggu sekali sih hihi).

Hem entah kenapa, suasana hati hari itu lagi nggak baik. Ditambah rute yang nggak bisa dibilang dekat, dengan rute tanjakan yang ngebuat makin nggak bisa slow saat di perjalanan. Dari awal berangkat, mood lagi nggak baik. Suasana hati sedang nggak bisa diajak kompromi buat seneng-seneng. Alhasil di sepanjang jalan lumayan banyak berhenti dan banyak sambat. Saya akui, bersepeda hari itu bener-bener bikin suasana hati makin buruk haha. Banyak sambat adalah saya hihi!!

Jarak tempuh ke sana lumayan lama buat si amatir seperti saya. Yang kalau pakai kendaraan bermotor dari kota buat ke Bendungan Ngusri hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menitan, bayangin deh kalau bersepeda bisa selama apa? Apalagi saya sering berhenti dengan kecepatan kayuh yang nggak bisa dibilang cepat alias lambat.

Bendungan Ngusri berlokasi di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Bendungan yang berada di lereng Gunung Kelud ini katanya memiliki pemandangan yang indah dan masih alami. Kok katanya? karena saya sendiri belum pernah ke sana sebelumnya. Jadi, sepanjang jalan ya hanya mengikuti teman dan dalam hati berharap banget cepet sampai tempat terus segera pulang, terus tidur agar mood kembali membaik hihi.

Merupakan bendungan yang masih berada di kawasan perkebunan kopi Ngusri ini memang memiliki pemandangan yang asri. Mendekati lokasi kami disuguhkan dengan hijau pemandangan. Yang awalnya sempat nggak enak hati sedikit terbayar dengan pemandangan yang saya dapat.

Walau kami belum bisa masuk kawasan Bendungan Ngusri, pemadangan di sikitar sana nggak kalah apik. Beneran bikin sejuk mata, hati, dan pikiran. Ceileh . . . Akhirnya kita berhenti di sebuah sungai dekat sana. Airnya yang jernih, dingin, dan dengan latar bukit, sukses nggak bikin kami kecewa walau nggak sampai tujuan utama.

Mainan air alias koceh deh di sana. Saya buru-buru memilih untuk melepas sepatu, turun ke sungai, dan duduk di sebuah batu sembari menenggelamkan kaki di air. Berdiam sejenak menikmati pemandangan sembari berkutik dengan pikiran sendiri. Cukup mendinginkan suasana hati yang sedikit mangkel hari itu.

Kalau rutenya gimana? ya nano-nano lah, cuma ya itu nanjak bos! Nggak capek ? duh jangan ditanya dah wkwkw. Aplikasi strava milik saya pas lagi eror, harusnya bisalah 40an km lebih. Tapi, sejak dari sana saya udah nggak instal strava lagi.

Bersepeda untuk bersenang-senang saja. Bukan bersepeda atau berolahraga karena orang lain. Dengan itu saya lebih menikmati perjalanan dan pengorbanan saat mengayuh, uhuiiii!

Oh ya, terima kasih buat mas Kharis yang udah dengan sabar nungguin dan membimbing si lambat ini. Moon maap ya pamer fotonya agak banyakan hihi. Setelah dari sana, seperti biasa kami berhenti di warung kopi langganan, Omah Cokro. Kalian bisa baca ulasannya di sini ya.

Ada yang mau ngajak saya bersepeda juga ? hayuk ajah selama hati dan pikiran lagi sinkron eh wkwkwk.

2 thoughts on “Perjuangan Bersepeda ke Bendungan Ngusri

  1. Menyenangkan, ya! Melihat seperti ini keinginanku buat tinggal di desa semakin membesar. Sudah lelah hidup di kota. Wkwkw…
    Apalagi udaranya masih sejuk, banyak sungai yang bisa buat main air. 🙁

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *