Menikmati Sate dan Gulai Kambing Legendaris : Warung Rejeki Sate Gule Kambing Blitar

Kali ini mau pamer soal makanan. Mau bikin ngiler kalian semua! hihi ….

Mulai dari percakapan singkat berikut, percakapan saya sama teman lewat chat. Saat saya baru bangun tidur . . .

“Geess! nganggur nggak dino iki?”, tanya si temen (gess, hari ini free nggak?)

“Kuliah daring sih mas. Ada apa? Pasti ini soal makan ya?, tanya balik saya dengan penarasan karena bakalan tahu ujungnya kalau si Mas Pandu chat gini pasti ngajak buat isi perut (pakai embel-embel gratis karena dia sering dapat endorse hihi).

“Iyo dong hihi”, jawab Mas Pandu.

“Emm nggak sih, cuma ikut seminar. Aku jadi tergoda!”, mulai runtuh pertahanan.

“Iyo, rasah kuliah wes!” (nggak usah kuliah aja!) Temen mulai jadi setan, dan . . . .

“Yoees budal!” , jawab saya semangat. (ya udah berangkat!)

Mudah sekali runtuh benteng diri cuma karena embel-embel makanan. Emang ceritanya mau ikutan seminar tesis kakak tingkat gitu. Tapi, hati mana yang tidak bisa mangkir dari makanan hihi. Dasar Vera Lemah!

Jadi, si temen ngajakin makan sate buat sarapan hari itu. Urusan perut selalu jadi nomor satu hihi.

Baca Juga : Mau Nyobain Seblak di Blitar ? Mampir ke Ikilo Seblak

“Awakmu seneng sate kambingkan?”, tanya Mas Pandu (kamu suka/bisa makan sate kambingkan?).

“Tergantung sih mas, lek nggak mambu aku iso mangan.”, jawab saya (tergantung sih mas, asal nggak bau amis aku bisa makan).

Acara makan-makan hari itu katanya deket sama rumah. Tapi, karena kita berdua keasyikan ngobrol sampai nggak tahu tujuan awal ke mana. Saking sotoynya suka ngira-ngira tempat tujuan. Dan alhasil, asli deket dari rumah dan ternyata tempat makan sate dan gulai kambing terkenal masa itu. Oh ini, inikan rumah makan milik keluarga temenku?, ujar saya.

Lha kok ternyata beneran milik keluarga temen saya yang emang udah terkenal dari dulu. Tapi, memang terlihat tidak seramai dulu. Kita berdua segera cari tempat di dalam. Untungnya memang belum keiisi sama sekali si perut ini hehe.

Warung Rejeki Sate Gule Kambing sing neng Jl. Tanjung no 198, Kota Blitar. Berada di pinggir jalan raya sehingga sangat mudah ditemukan. Warung makan sederhana yang sudah ada sejak tahun 1960-an, seperti yang saya ceritakan di awal. Warung Rejeki Sate Gule Kambing legendaris, sudah terkenal dari dulu.

Mas Pandu memesan satu porsi sate kambing dan satu gulai kambing. Sembari menunggu makanan kita siap, Mas Pan ngobrol sama pemiliknya sembari beliau kipasin (menyiapkan) sate yang kita pesan. Daging kambing memang bukan favorit saya, tapi kalau cara pengolahannya benar alias nggak meninggalkan bau kambing sama sekali, saya pasti bisa makan. Dan enjoy-enjoy aja.

Dan menu pesanan kita pun akhirnya sampai di meja. Seporsi sate kambing yang tersaji dengan bumbu kacang khas dari warung ini. Bukan merupakan bumbu kacang kental yang biasa kita tahu melainkan didominasi kecap dan kacang. Bumbu kacang kecap pedas berpadu dengan sate kambing, sungguh menambahkan kenikmatan sarapan hari itu.

Untuk gulai kambingnya pun dagingnya lembut. Saya yang nggak terlalu hobi makan gulai akhirnya ya saya makan. Tumben sih saya mau makan gulai dan rasanya nggak bikin saya eneg alias bau kambing.

Kedua porsi dari hidangan kita juga ideal alias pas banget. Kita sangat menikmati sarapan hari itu. Untuk 1 porsi sate kambing, 1porsi gulai kambing, 2 nasi, dan 2 es jeruk seharga 61 ribu. Untuk detail harga tiap porsinya saya nggak tahu, maaf ya. Ngikut si temen sih hihi.

Buat kalian jikalau sedang berkunjung ke Blitar jangan lupa mampir ke warung sate dan gulai kambing legendaris ini ya. Boleh dirasakan sensasi hidangan satenya.

Ehemm jadi lapar nih, baru inget belum sarapan jugaa hmmm.

NB : Harap diperhatikan tahun penulisan postingan ya. Postingan ini juga bisa mengalami perubahan (jika penulis kembali berkunjung dan memiliki informasi baru). Jika ada penambahan informasi, penulis akan memperbarui secara berkala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *