Terima Kasih atas Cinta dan Kebahagiaan untuk Keluarga Kami

Tantangan menulis dengan 30 topik akan saya tulis juga di sini. Yah, tantangan menulis “projek” seneng-seneng oleh saya, Mbak Ria, dan Andhira. Ini salah satu sarana agar kami bertiga rajin ngeblog dan topiknya pun kebetulan asyik-asyik. Namanya juga seneng-seneng, jadi nggak ada aturan pasti, kalau bisa sih dua hari sekali nulis.

Kalian bisa membaca ketiga tulisan saya sebelumnya

  1. Belajar untuk Bilang Nggak
  2. Ini Dia Hal yang Bikin Aku Hepi
  3. Kalau Namanya Kenangan Itu Melekat

Kenapa akhirnya memutuskan untuk menulis di sini ? karena sesuai tagline si blog, inilah jurnal digital yang bisa kalian akses, baca, resapi, kasih timbal baik, dan semoga kasih manfaat buat kalian juga tentang keseharian seorang Vera. Review ada, curhat apalagi. Buanyak hihi!

Oke langsung mulai saja pada topik keempat “Your Parenst”.

Sosok yang akan saya ceritakan ini adalah sosok yang 11 tahun lalu hadir pada keluarga kami. Sosok yang benar-benar saya hormati dan saya doakan setiap hal baik selalu menyertai beliau. Saya orangnya mungkin sangat susah menuliskan hal-hal puitis, tapi inilah tulisan tulus dan semoga menjadi doa baik untuk beliau “ayah”.

Siapa sih yang nggak pernah nonton sinetron? begitupun saya, saya pasti pernah nonton sinetron yang ceritanya bener-bener penuh drama. Rasa-rasanya sinetron Indonesia tuh banyak bumbunya, kadang juga meninggalkan kesan tersendiri.

Bagaimana cerita tentang orang tua tiri yang nggak ada baik-baiknya sama anaknya, misalnya. Kisah sebuah keluarga yang nggak harmonis sampai berujung perpisahan. Pertikaian dan cekcok dalam keluarga. Itu semua ternyata bukan hanya sebuah kisah sinetron semata. Saya mengalami sendiri yang sebelumnya tidak pernah ada di bayangan.

Yah, beberapa tahun lalu (ingatan saya sedikit memudar) cekcok antara kedua orang tua kerap saya dengar dan lihat. Dan beberapa tahun setelah itu (tepatnya saya sudah beranjak SMA), sosok baru hadir di kelurga kami. Saya nggak bisa menceritakan secara detail, bakalan panjang kek sinetron deh nanti.

Yang mau saya ceritakan dan simpulkan, bahwa setiap hal yang terjadi pada hidup kita pasti ada bahagia dan syukur atas skenario yang Tuhan buat untuk kita.

11 tahun lalu, saya masih dengan kakunya belum bisa menerima anggota baru pada keluarga kami. Bukannya saya tak bersyukur akan sosok beliau yang telah menerangi hati dan hidup ibukku yang lama sepi dan gelap. Namun, saya masih butuh waktu untuk terbiasa dengan orang baru apalagi “beliau” hidup bersama saya dan keluarga. Sungguh betapa kaku dan keras kepalanya saya kala itu. Saya benar-benar keras kepala untuk sekedar melunak padahal beliau benar-benar tulus pada keluarga kami.

Saya luluh dengan ketulusan hati beliau. Menerima keluarga kami, menyayangi ibuk, kedua adik saya, dan keluarga kami. Sungguh betapa benar beliau memang hadir sebagai oase di tengah padang gurun keluarga kami. Sampai pada akhirnya dan sampai sekarang pula, betapa rasa syukur tak pernah lepas dari doa. Tuhan benar-benar menghadirkan sosok malaikat di tengah keluarga kami.

Pernah juga saya cerita akan “sosoknya” di sini

Singkatnya …. saya malah makin tambah dekat dengan ayah. Bahkan bisa dibilang saya lebih bisa nyaman, los, dan apa adanya bisa curhat dengan ayah daripada ibuk. Saya tuh sama ibuk sama-sama punya sifat kaku, jadilah kalau digabungin nggak pernah mau ngalah. Bahkan hal tersulit yang ada dalam hati ini, selalu saya tumpakan pada beliau walau nggak saat itu juga. Anakknya jarang bisa terbuka dengan keluarga. Jadilah kalau nggak dipepet juga nggak mau cerita hihi.

Doakan anakmu yang bandel ini segera lulus, kerja, menikah, dan apapun jalan yang saya ambil. Semoga ayah merestui, mendukung, dan meridhoi aamiin. Yah supaya ayah di rumah saja, nggak terus merantau. Maafkan anakmu yang nggak tahu diri sering merepotkan hihi.

Jika suatu saat ayah menemukan tulisan ini, saya cuma mau bilang “terima kasih telah mencintai ibuk dan keluarga kami.” Semoga ayah sehat selalu, aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *