Bahagia dengan Setiap Proses (Meningkatkan Kapasitas Diri)

Hai semua ! selamat bermalam minggu ,, kalian pada ke mana? masih di rumah aja atau udah mulai keluar?

Oke langsung saja, melanjutkan tantangan menulis topik berikutnya. Di tengah suasana syahdu malam minggu ini, izinkan makhluk ini memberikan curhatan panjang lebar di sini. Rasa-rasanya kalau nggak dibumbui sama curhat emang kurang afdol ya. Kalian suka nggak sih dengan tulisan (blog) yang isinya curhat mulu ?

Topik satu ini berhasil bikin saya mikir keras nih. Soalnya jarang mau bahas seperti ini hahaha. Jadi, menurut kalian topik “single and happy harus bahas apa? sempat juga saya lempar pertanyaan ke temen-temen. Kalau bahas status rada gimana gitu, padahal mah juga lagi di situasi demikian hihi. Nah nggak sengaja baca tulisan dari blog temen, punya Mbak Lulu dengan topik yang sama di sini. Dari situ akhirnya dapat asupan ide buat nulis hal sama. Kira-kira begini, mau bahas hal sama dari topik ini yakni tentang Meningkatkan Kapasitas Diri.

Sebagai anak pertama dan terlebih sebagai perempuan, selalu dihadapkan dengan kenyataan pahit (alias banyak drama). Itu dari kaca mata seorang saya dan emang mengalami. Kok usia sekarang belum menikah ? kapan lulusnya ? adek-adeknya udah pada punya pacar lo , lha mbaknya mana nih pacarnya? Kapan nikah? Jeng jeng jeng! Kira-kira itulah beberapa rentetan pertanyaan untuk manusia satu ini. Sengaja nulis itu saja daripada sakit hati dan muak dengan banyaknya rentetan pertanyaan yang nggak pakai permisi haha.

Kalau kalian pernah baca buku Mbak Kalis Sister Filla You’ll Never Be Alone  ya kira-kira hampir sama hal yang saya atau perempuan sandang. Isu-isu soal perempuan dengan segala aturan yang entah dari mana. Saya udah cukup sering merenung, galau dengan semua hal yang disandangkan pada saya. Jadilah menulis kadang sebagai jalan utama, sebagai pelampiasan.

Setelah saya banyak baca buku, melihat kenyataan di sekitar saya, pengalaman yang saya dapat dari saya sendiri atau teman (orang lain), di saat ini saya memang sedang memilih jalan untuk meningkatkan kapasitas diri. Soal itu biarlah rencana Tuhan, biarlah manusia ini masih menapaki jalan sampai menemukan tujuan dan titik terang untuk ke sana. Penantian dan usaha pasti ada, namun bukan sebagai fokus utama sampai mengabaikan banyak hal.

Saat inilah saya memang harus memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kapasitas diri dengan hal yang menjadi fokus, tujuan, dan hal yang saya minati. Selama penantian itulah saya tak hanya duduk diam, berpangku tangan. Ada banyak hal yang masih harus saya kejar, lewati. Hidup terus berjalan bukan? apa saya harus terpuruk pada satu nasib?

Dan memang ada hal yang membuat saya harus fokus pada hal-hal ini. Kuliah saya, menyelesaikan tesis. Di sela-selanya juga saya fokus sama kerja walau dengan tidak berpenghasilan pasti (freelance). Jujur, saya rindu bekerja dengan waktu pasti alias rindu ngajar. Saya juga lagi fokus mengembangkan diri dengan hal apa yang saya geluti, sukai, dan menarik hati. Ada alasan di balik sebuah penantian dan sendiri. Ini bukan suatu aib atau hal buruk, tapi setidaknya kita lebih mengerti bagaimana mau dan harapan sesungguhnya benar-benar dari hati.

Saya sedang mencoba meningkatkan kapasitas diri dengan beberapa kegiatan dan aktivitas berikut.

Mengasah Kemampuan

Karena sudah hampir 2 tahun lebih nggak ngajar, rasa-rasanya memang perlu rajin mengasah kemampuan. Kerinduan akan ngajar juga kadang jarang terbendung. Hal yang bisa saya lakukan ya sering latihan soal sendiri atau baca materi-materi. Bahkan di masa pandemi saat ini pun, saya akan dengan senang hati jika beberapa dari kalian bertanya seputar bahasa Indonesia. Dengan senang hati membantu tugas sekolah kalian, tugas kuliah, atau apapun. Bahkan saya mau bantuin buat edit dan menyunting naskah. Kesemunya itu adalah kemampuan yang saya miliki. Rasanya eman kalau nggak rajin saya asah yekan.

Rajin Menulis

Keputusan buat kembali ngeblog, saya rasa menjadi keputasan yang bener-bener tepat. Saya selalu berdoa semoga apa yang saya tulis bisa memberikan manfaat bagi pembaca walau isinya curhat semua ya. Ya semoga dari curhatan diri ini bisa tetap diambil hal baik darinya, aamiin. Dengan rajin menulis, saya terus belajar dari sana.

Bahkan saya ingin benar-benar mempresantasikan diri lewat tulisan. Walau kalau nulis di blog tak ada aturan khusus soal teknik menulis, tapi tidak ada salahnya saya selalu menyajikan tulisan yang setidaknya enak dibaca. Bukan begitu? Selain itu, saya memang harus banyak belajar soal dunia blog. Haha karena selama ini ya saya cuma fokus sama nulis gitu saja.

Menekuni Hobi (Menggalakkan Literasi)

Selain menulis, yang sekarang menjadi hal yang saya tekuni dan saya kasih perhatian besar adalah soal membaca karena saya mulai enjoy dan tertarik soal konten buku. Ternyata dunia baru yang saya tahu “bookstagram” benar-benar memikat hati saya. Saya ingin menebar kebaikan lewat itu, dari buku yang saya baca. Kalian bisa baca juga alasan akhirnya saya bikin konten soal buku atau bookstagram di media sosial. Dan tentunya berbagi hal baik dengan menggalakan literasi.

Mencoba Hal Baru

Saya mulai tertarik dengan dunia digital yang menawarkan banyak hal baik dari sana dan memang sesuai sama hal yang saya geluti. Saya tertarik dengan dunia conten creator, lebih tepatnya memanfaatkan media soal untuk berkarya. Misalnya saja, mulai tahun kemarin saya beranikan buat bikin podcast. Mulai tahun ini saya mulai bikin channel youtube. Walau keduanya sedang proses naik turun, nggak serajin saya posting di blog sih. Semoga ke depannya makin menemukan ritmenya, aamiin. Dan beberapa hal yang lagi ingin saya pelajari terkait pemanfaatan teknologi.

Baca Juga : Mencoba Hal-Hal Baru

Oh ya, yang belum keturuan dan rada gimana gitu memulainya, saya kepengen belajar menjahit hihi. Semoga saya segera bangkit dan meluangkan waktu untuk itu alias semoga ada kesempatan.

Mungkin beberapa hal itu saja yang bisa saya ungkapkan. Setidaknya hal-hal tersebut adalah upaya dan cara saya buat meningkatkan kapasitas diri. Karena sejatinya saya menikmati hal itu, tidak ada beban berarti. Dan semoga doa-doa baik dari manusia ini diijabah oleh Allah, aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *