Kesan-Kesan Baik dari Film

Berbicara mengenai film favorit, rasa-rasanya nggak afdol dan nggak adil kalau hanya menobatkan satu film saja hihi. Tiap film yang saya tonton selalu memberikan kesan tersendiri karena kebanyakan film tersebut benar-benar ingin saya tonton.

Kalau soal nonton sih buat saya biasa saja, bukan menjadi hobi. Kalau lagi pas kepengen nonton ya nonton, kalau nggak pengen ya nggak gitu.Tapi, tahun kemarin benar-benar kasih pengalaman berharga buat saya soal nonton sendirian di bioskop. Saya yang sebelumnya tiap kali nonton bareng-bareng memberanikan buat keluar zona nyaman alias nonton sendiri. Hasilnya bikin saya ketagihan luas biasa haha!

Seperti yang saya utarakan di awal bahwa kalau soal nonton bukan hobi pasti alias mengikuti mau hati saja. Jadilah, di tahun kemarin semua film yang berhasil saya tonton selalu memberikan kesan tersendiri buat saya. Walau kembali lagi, kalau masalah selera itu berbeda bukan?

Film favorit atau film yang berkesan berarti merupakan sebuah film yang bisa menyentuh hati untuk setiap orang yang menontonnya. Terkadang sebagian besar, si penonton masuk dalam cerita alias rasa dari film tersebut benar-benar sesuai dengan apa yang dirasakannya. Jadilah, film itu berkesan untuknya.

Ada juga film tersebut benar-benar menarik hati dari segi cerita, dari pengambilan gambar, maupun hal-hal lain dari film tersebut. Atau bahkan dari luar film tersebut, misalnya kenangan dengan siapa si dia nonton. Kan bisa jadi yekan? atau terdapat cerita seru dari pengalaman saat momen nonton.

Jadilah, saya sendiri rada susah mengingat kesan baik apa dari semua film yang pernah saya tonton. Mungkin ketiga film ini mewakili rasa yang akan saya abadikan. Jarang nonton soalnya, apalagi tahun ini, duh sama sekali nggak bisa berkunjung ke bioskop. Sedih banget yaaa . . . Acara me time yang mulai saya nikmati pas nonton sendirian harus terpaksa terjeda lama bahkan hampir akhir tahun ini. Semoga pandemi ini segera berakhir ya, aamiin.

Keluarga Cemara

Ini merupakan film pertama awal tahun 2019 yang saya tonton. Kesan pertama yang saya dapat memang bukan saya dapat dari si film saja, tapi dengan siapa saya nonton saat itu. Waktu itu saya janjian sama temen. Perkenalan bermula dari media sosial, belum pernah berjumpa. Kebetulan dia bekerja di Malang dan saya kuliah di sana, jadilah kita sepakat buat ketemuan yakni dengan nonton deh. Haha kalau diingat-ingat konyol juga sih. Ceritanya dia adalah temen mantan gebetan saya hihi. Nggak apa ya jadi nambah temen.

Kalau film tentang keluarga selalu memberikan kesan berharga bagi saya. Lebih sering nggak tega alias suka sedih kalau film yang diangkat tentang keluarga. Ngerasa benar-benar sebuah keluarga itu dibangun, hidup, dan dipertahankan. Film yang ringan dan wajib kalian tonton sih karena konfilknya juga nggak terlalu berat.

Bumi Manusia

Durasi 3 jam lamanya buat nonton film satu ini. Bener-bener nahan buat nggak ke kamar mandi ee tapi akhirnya ke kamar mandi juga. Tiap jengkalnya kek nggak mau ninggal, tapi mau gimana lagi udah nggak tahan. Kan curhat jauh dari hal yang mau saya utarakan, kebiasaan!

Saya tuh anak sastra tapi hampir dipastikan asupan saya menyoal sastra tuh kurang banget. Ini pertama kalinya saya melahap Bumi Manusia dalam bentuk film. Bukunya saja belum pernah saya baca. Jadilah penasaran banget buat nonton film satu ini. Kalau berbau sejarah tuh selalu berhasil memikat hati saya sih. 3 jam lamanya tuh saya nggak lepas pandang sama setting film zaman dulu yang benar-benar keren. Bener-bener deh kalau masalah sejarah tuh akan mendapat tempat tersendiri di hati ini.

Imperfect

Sepertinya ini film terakhir yang saya tonton di bioskop sebelum pandemi melanda. Sendirian dan niat me time juga pas nonton film ini. Kalau soal krisis kepercayaan diri tuh nggak mungkiri ada di diri ini. Begitulah kira-kira alasan ketertarikan buat nonton film ini. Bahwa memang kenyataanya tuh sulit buat lebih sayang dan kenal sama diri sendiri.

Film ini keren sih, kalian wajib nonton juga. Mengajarkan bahwa kita nggak perlu hiduap dengan aturan yang manusia buat. Yang bahkan nggak tahu asal muasalnya dari mana. Misalnya saja standar kecantikan yang nggak seharusnya diberlakukan standar yang sama untuk semua perempuan. Karena pada dasarnya setiap dari kita tumbuh dan berkembang dengan kecantikannya masing-masing.

Kalau kalian punya rekomendasi film untuk saya nggak ?

2 thoughts on “Kesan-Kesan Baik dari Film

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *