Singgah ke Schizzo Cafe Malang

Selepas ngampus dan makan siang, kita bertiga mencari tempat bernaung. Kalau nggak ke kedai kopi mau ke mana lagi sih? dasar si manusia-manusia yang lagi candu sama kopi.

Karena tiap kali mau ngopi selalu ribet dan ribut masalah tujuan, jadilah kita sering random buat nentuin kedai kopi mana yang kita tuju edisi berikutnya. Jadilah edisi ngopi hari itu kita putuskan buat ke Schizzo Cafe yang ternyata juga deket banget jaraknya dengan tempat makan kita siang itu. Kalau kata temen, baru kali ini kita ke kedai kopi nggak mengandalkan maps hihi!

Malang banyak banget pilihan tempat buat ngopi alias kedai kopi tuh banyak banget, tinggal pilih. Bahkan kedai kopi baru juga banyak bermunculan. Rasa-rasanya masih banyak kedai kopi yang belum saya kunjungi dan icip si kopinya. Jadilah, menjadi kesenangan tersendiri tiap mengunjungi kedai kopi baru (yang belum pernah saya kunjungi).

Baca Juga : Kerja Nyaman di Kedai Kopi Mungil : Katamichi Coffee Malang

Schizzo Cafe ini seperti menempati sebuah rumah yang disulap jadi kafe atau kedai kopi seperti sekarang. Nuansa rumah banget, mulai dari kita masuk sampai halaman belakang, Namun, untuk memberikan kesan bagus dan ala-ala kedai kopi atau kafe keninian, tempat ini diubah sedemikian rupa.

Jujur, dari pencarian random kita lewat instagram, saya tertarik dengan bagian luar yang kafe ini tawarkan. Namun, pas kita sampai sempat memberikan kesan ” bakal nggak sesuai ekspetasiku nih”, batin diri. Soalnya bagian depan ya seperti rumah, menurut saya sedikit kurang rapi bagian luarnya (depan) dan terkesan kurang bersih (berserakan beberapa benda).

Sisi lainnya, di dalam kafe justru memberikan kesan random dan unik sih. Yang ingin saya tuju tuh emang beneran area luar, area dalam serba putih yang identik dengan mural. Jadi, awal kali kita masuk tuh memang disuguhkan dengan nuansa putih serta aneka ragam gambar mural menghiasi setiap sudut ruangan. Katanya sih, ini kafe pertama berkonsep 2D. Maaf saya memang nggak ngefoto bagian dalam kafe.

Kalau kalian suka dengan murah dan konsep putih demikian, wajib buat foto-foto juga di sini. Banyak foto-foto bagus dan cantik di kafe ini yang bertebaran di media sosial. Tapi, seperti ketertarikan awal, saya justru tertarik dengan konsep ala kebun di bagian luar kedai alias belakang rumah. Rasanya lebih bebas gitu lo menikmati hari dengan suguhkan kopi di ruangan terbuka.

Walau kita salah waktu, tetapi nggak mengurungkan niat buat nengok bagian belakang. Karena yang kita butuhkan cuma kekebasan alias udara segar hehe. Terbuka, terkesan luas, banyak tanaman dan pohon. Jadi, kerasa nyaman aja. Apalagi dinikmatinya sore hari sih makin afdol. Kalau tempat banyak tanaman gitu suka bikin adem hati.

Kenapa kursi rotan tuh benar-benar mempresentasikan “santai dan nyantai”. Cocok banget berpadu dengan nuansa belakang rumah alias nuansa ala kebun. Ya nggak sih ?

Siang yang cukup terik ee kita tetap memaksa buat menikmati kopi di area ini. Saya memesan Cappucino, kalau si temen-temen pesan Carramello Macciato Ice. Gelas si Carramello Macciatonya cantik, serasi banget dengan nuansa kebun di kafe ini. Carramello Macciato yang merupakan perpaduan dari caramel syrup, espresso, dan milk foamed. Pas banget menikmati es di cuaca terik saat itu.

Cappucino yang saya pesan
Carramello Macciato Ice

Dan siapa sih yang nggak tergoda buat foto-foto di sini? kita bertiga juga rela antre buat dapetin satu spot menarik dengan mbak-mbak pengunjung sebelum kita hihi. Apalagi saya si anak konten, haus konten hihi.

Nah, kabar baik yang pasti menggembirakan. Kalian dengan sangat mudah serta akan selalu bikin kantong nyaman, bisa menikmati kopi pagi hanya dengan harga 10 ribu saja. Hoho, sini kalau butuh asupan kopi pagi! Varian dari kopinya jugab anyak, nggak hanya kopi susu saja kakak. Ada varian manual brew yang bisa kamu coba yakni dengan beberapa pilihan dari biji kopi lokal.

Oh ya, selain kopi menu pendamping berikut wajib kamu pesan juga. Sayangnya kemarin kita memang nggak cobain karena udah kenyang karena selepas makan siang. Berikut beberapa menu pendamping minumanmu, Roti Panada yaitu roti goreng isi ayam, Holy Chikcken yakni perpaduan dari butter rice, sayuran campur, acar wortel, ayam goreng bumbu madu dan kerupuk pangsit, berbagai varian pasta, dan masih banyak lagi. Untuk detail menu sampai dengan harganya, kalian bisa langsung cek harganya di sini ya.

Kalau ke sini mau menikmati si ala-ala kebun belakang ini, enaknya sore hari. Lebih syahadu dan lebih dapat rasanya hoho.

Informasi Selengkapanya :

Lokasi : Jl. Candi Mendut No.39, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65142

Jam Buka :

Sabtu sampai kamis pukul 10.00 – 22.00 WIB
Jumat pukul 15.00 – 21.00

Instagram : @schizzo.cafe

NB : Harap diperhatikan tahun penulisan postingan ya. Postingan ini juga bisa mengalami perubahan (jika penulis kembali berkunjung dan memiliki informasi baru). Jika ada penambahan informasi, penulis akan memperbarui secara berkala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *