Liburan di Masa Pandemi?, Aman nggak sih? (Tips Liburan di Masa Pandemi)

Udah hari jumat aja ya. Rasanya memang waktu berjalan begitu cepat, tapi hanya sia-sia belaka yang didapat. Itu saya sih, rasanya saya bener-bener menjadi manusia yang nggak bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Tesis oh tesis! ah sudahlah, mari berbenah.

Seperti judulnya, lagi nggak ngomongin soal tesis hihi. Soal cerita liburan awal bulan september kemarin.

Loh?! udah keluar aja masa-masa kek gini? memang aman? kok berani sih?

Sebetulnya nggak ada niatan buat liburan di masa-masa seperti ini. Nggak kepikiran malah karena buat saya udah bisa keluar rumah, ngerasa cukup buat ngilangin penat selama di rumah aja. Tapi, ya akhirnya berangkat liburan juga deh. Tetap dengan menjaga protokol kesahatan pastinya.

Baca Juga : Mengunjungi Ketiga Kedai Kopi Ini, Tulungagung Punya

Makin di usia sekarang, sejujurnya saya nggak terlalu antusias buat liburan misal ke pantai atau sampau keluar kota gitu. Ke kedai kopi saja sudah menjadi hiburan tersendiri bagi saya. Cuma jadi tim hore alias manut saja. Acara liburan ini pun dadakan alias H-5 keberangkatan baru diobrolin dan disepakati.

Kami memilih Pacitan sebagai destinasi liburan di masa pandemi ini. Alasanya sih memang pada kepenge liburan, penat sama keadaan. Kenapa memilih Pacitan? karena teman saya ada yang berdomisili di sana. Dia pun dengan semangat ngajakin kami ke sana. Pacitan terkenal banget kan dengan wisata alamanya, wisata pantainya. Jadilah, manusia-manusia butuh udara segar menyutuji acara liburan dadakan itu. Selain itu, mikir juga kalau liburan ke alam nggak setakut kalau harus keluar ke tempat yang banyak kerumunan orang, semisal mall.

Kalau dibilang antusias nggak sih? saya sih biasa aja karena balik lagi, saya dasarnya kurang suka sama perjalanan jauh hihi. Tapi, ya tetap berangkat, sampai tujuan, dan kembali lagi ke rumah dengan selamat. Sebelum saya cerita soal liburan kami dan destinasi mana saja yang kami tuju, saya mau bagi-bagi cerita atau mungkin bisa disebut dengan tips bepergian di masa pandemi berdasarkan pengalaman liburan kemarin. Ya udah yuk langsung saja!

Oh ya, kami mendatangi tempat wisata yang memang udah dibuka kembali untuk umum ya. Yang tentunya juga tetap terpantau protokol kesehatan oleh pihak tempat wisata yang kami datangin. Insyallah aman dan nyaman.

Menggunakan Kendaraan Pribadi

Total yang ikutan rombongan kemarin delapan orang, tapi berada dalam satu kendaraan hanya tujuh orang karena si temen udah nunggu duluan di Pacitan. Kami menyewa mobil, selain lebih hemat, lebih luasa, juga menghindari memilih trasportasi umum. Rawan juga yekan musim kek gini, agak takut. Kami memilih menyewa mobil saat itu. Lumayanlah masih muat untuk tujuh orang, tapi emang minim jarak. Tapi, insyallah aman karena rombongan sendiri bukan ikut rombongan orang lain yekaan.

Sedia Lebih dari Satu Masker

Tetap mematuhi protokol kesehatan yang pertama adalah menggunakan masker. Walau menggunakan kendaraan pribadi, harus tetap menggunakan masker sebagai antisipasi diri. Kalau saya sih udah cukup terbiasa menggunakan masker di dalam kendaraan, jadi nggak ada halangan berarti . Selain itu, di beberapa titik menuju Pacitan ada razia kendaraan termasuk ya soal masker ini. Apalagi kami dari luar kota. Selain dilihat kelengkapan pengendara yaitu masker, juga dicek suhu tubuh semua penumpang di titik tersebut. Selama taat, aman mah lanjut.

Nah kenapa sih harus sedia lebih dari satu masker? karena main di area terbuka, pasti rawan kotor juga kan? akan lebih baik bawa lebih dari satu masker buat ganti-ganti juga karena kita nggak pernah tahu apa yang akan terjadi. Akan lebih baik sering berganti masker, jaga diri yekan. Nggak nyaman juga kalau pakai masker yang udah kotor atau apalagi dipakai seharian heem.

Selalu Sedia Penyanitasi Tangan

Memang lebih baik ketika mencuci tangan tetap dengan air mengalir. Tapi, untuk keperluan pribadi penyanitasi tangan ini wajib sih kalau kata saya. Memang di setiap tempat disediakan tempat cuci tangan, namun kadang ada beberapa di antaranya airnya nggak banyak dan kadang tidak ada sabun yang tersedia. Penyanitasi tangan ini juga bisa melindungi beberapa barangmu, kalau yang spray kan bisa kamu semprotkan ke tas misalnya. Atau selain bawa penyanitasi tangan, akan lebih baik kamu juga bawa disinfektan spray. Buat jaga-jaga diri dan rombongan, semisal jika datang dan singgah ke tempat baru, bisa semprot beberapa benda atau misalnya tempat duduk.

Membawa Peralatan Makan Sendiri

Sebenarnya nggak menunggu pandemi ini ada, kita baru sadar buat terbiasa bawa alat makan sendiri yekan? gunanya buat apa sih? ya supaya kita lebih mawas dan tahu kondisi kita yang kadang tiap orang rentan dengan hal-hal tertentu. Ya walaupun setiap alat makan (misalnya di tempat makan) selalu dibersihkan, nggak ada salahnya buat bawa peralatan maka sendiri. Kemarin sih memang saya nggak bawa, jadi kalau nggak mengandalkan makan pakai tangan ya disterilkan lagi saja alat makannya. Kalau saya? itu bukan saya sih hihi. Kadang nggak mau ribet, makan tetap los. Yakin insyallah aman. Tetap sebelum dan sesudahnya harus cuci tangan.

Membawa Baju Ganti

Kalau ini sih jelas ya, biasanya kalau main ke pantai mah selalu bawa baju lebihan. Karena selain kami main ke pantai, bawa baju ganti juga sebagai cara kami mawas diri di masa seperti ini. Berganti baju jika dirasa udah ngerasa nggak nyaman, kotor, atau memang berganti secara berkala. Eh jangan lupa bawa kantong plastik atau tas cadangan buat naruh si baju-baju kotor. Setidaknya walau berada dalam satu tas, si baju-baju kotor tidak bercampur dengan barang lain yang ada di dalam tas. Selain baju, bawa mukena atau alat salat sendiri. Itu lebih baik.

Siap Sedia Vitamin atau Obat-Obatan

Kalau dirasa diri gampang sakit, atau gampang KO memang disarankan bawa obat-obatan pribadi. Selain akses ke Pacitan itu nggak main-main jalanya, ya buat daya tahan tubuh di masa pandemi seperti ini. Setidaknya acara liburan bener-bener jadi acara yang berkesan, bukan malah jadi mala petaka. Jangan lupa makan juga, saking asyiknya main ee lupa makan. Jangan dong! kan juga sebagai penambah energi supaya nggak gampang loyo.

Mencari Spot yang Jauh Dari Kerumunan

Dari tiga objek tempat wisata yang kami kunjungi, memang ada satu tempat yang sungguh ramai luar biasa. Jadinya, kami harus pintar cari spot untuk menikmati liburan. Kalaupun harus berada di tengah keramaian ya harus jaga diri aja, jangan dempet-dempetlah. Malah dua objek yang kami kunjungi, walau ramai tapi semua berjarak karena lokasinya cukup luas. Jadi, masih ngerasa aman seperti tempat wisata milik pribadi. Selain itu, juga masih nggak banyak pengunjung alias nggak banyak orang yang berwisata. Di lokasi ketiga malah, kek eksklusif hihi.

Setelah sampai rumah dari bepergian pun, diusahakan langsung mandi ya. Barang bawaan yang kotor segera ditaruh di tempat cucian. Benar-benar mandi dan ganti baju yang nyaman, setidaknya nggak bawa virus dalam rumah. Kalaupun belum sempat dikeluarin semua barangnya, setidaknya aman karena udah dipisah di kantong-kantong tadi. Cuci juga semua barang, sepatu, tas, sandal yang baru digunakan untuk berlibur.

Gimana? kira-kira ada tips lain nggak nih dari kalian? jangan lupa bagiin di kolom komentar ya. Selamat berakhir pekan semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *