Semangkuk Kenikmatan Saoto Pacitan

Waktu liburan ke Pacitan kemarin, ada satu makanan khas Pacitan yang sempat dan beruntung kami cobain.

Seperti cerita kemarin, di perjalanan menuju destinasi pertama, kami menyempatkan untuk sarapan di sebuah warung makan khas Pacitan. Hidangan atau makanan khas tersebut adalah Saoto. Kami dijamu dengan baik oleh si teman, memberhentikan kami di sebuah warung makan tersebut.

Memang kala itu kami belum menyempatkan sarapan dari kos teman. Di perjalanan pun perut keroncongan dan agak mual karena jalanan berkelok. Memang si teman pintar menangkap sinyal tersebut hihi. Dan semangatlah saya buat turun dan sarapan pagi itu.

Warung sederhana daerah Kebunagung Pacitan dengan sajian utama merupakan saoto (arah destinasi liburan kami, maaf ya tidak bisa mejelaskan detail lokasinya). Jadi seperti yang saya jelaskan di awal bahwa makanan ini patut dicoba ketika berkunjung ke Pacitan. Walau Pacitan terkenal dengan hidangan lautnya, sajian ini patut dicoba. Dan benar-benar nggak rugi, si teman menjamu kami dengan si saoto ini.

Jadi, dari tampilan dan rasa yang mampir lidah, saoto ini seperti soto ayam (tapi bagi saya malah hampir mirip disebut sop ayam hihi). Merupakan soto ayam dengan kuah bening, segar, dan sedikit gurih kuahnya. Dari referensi yang saya baca, merupakan sajian simpel Pacitan yang merupakan soto ayam kampung. Bedanya memang kuahnya lebih bening berbeda dengan soto ayam kebanyakan seperti Lamongan, Betawi dengan kuah kentalnya.

Hidangan soto ayam sederhana yang merupakan perpaduan dari kuah bening, kecambah, suwir ayam kampung, ditambah taburan bawang goreng, irisan seledri, dan kacang tanah goreng utuh. Suwiran ayam yang lumayan gede dan banyak, ditambah sedap dari bawang goreng dan segala hal yang ada dalam satu mangkuk benar-benar menjadi menu sarapan cukup mewah pagi itu. Pendamping semangkuk soto ayam khas Pacitan ini bisa dinikmati dengan telur asin dan kerupuk nasi yang lumayan gede. Hemmmm . . .

Hangat dan segar menikmati saoto ini. Apalagi untuk menetralisir perut yang mual di perjalanan berkelok, benar-benar jadi obat. Yang nggak pernah saya lihat sebelumnya, di soto ayam ini ditaburi kacang goreng utuh. Buat saya sebenarnya agak menganggu karena memang pada dasarnya nggak hobi makan kacang, jadi agak susah. Tapi, masih bisa dimakan dan cocok di lidah. Selama bisa menghibahkan si kacang ke teman ya ludes ludes ajah sih semangkuk saoto ini.

Baca Juga : Liburan di Masa Pandemi?, Aman nggak sih? (Tips Liburan di Masa Pandemi)

Makan malam hari itu kami juga menikmati saoto sebagai penutup liburan kami ke Pacitan kemarin. Gila! harga 5 ribu saja sudah kenyang dengan semangkuk saoto malam itu. Untuk harga menu sarapan kami, saya nggak terlalu paham berapa harga seporsi soalnya ditraktir temen hihi. Tetapi, info yang saya dapat biasanya satu porsi dihargai dari 10 ribu sampai 12 ribu saja. Masih sangat terjangkau untuk menikmati gurih dan segar makanan Khas Pacitan ini, saoto.

2 thoughts on “Semangkuk Kenikmatan Saoto Pacitan

  1. Hemm… Kuahnya bening, mirip soto jawa tengahan yang biasanya kuahnya bening. Tapi aku malah nggak suka ya makan Soto yang kuahnya bening, jadinya malah mirip sop. bukan Soto. wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *