Menikmati Senja dengan Semangkuk Mi Ayam Malika

Tidak merencanakan untuk keluar lama-lama alias niat awal hanya berkunjung Andhira untuk ambil kerjaan. Tidak pula melanjutkan untuk nongkrong, jajan bahkan niat kulineran karena sudah seminggu mendekam di rumah membuat saya rada males keluar. Tapi, sore itu saya terbujuk rayuan Andhira dan Mbak Fitri untuk ikutan makan mi ayam. Dengan mudahnya saya tergiur hanya dengan rayuan mkanan ya.

Waktu saya berangkat cuaca memang sedang tidak baik, baru hujan tapi mendung masih menyelimuti. Saya kira cukup dengan ambil kerjaan dan langsung pulang, namun ya itu saya mengiyakan ajakan kedua teman saya. Emang hujan-hujan enaknya menikmati hidangan hangat ya, pikir saya. Padahal sebelum berangkat saya makan dulu. Tapi, entah kenapa saya nggak bisa menolak ajakan kalau makan mi. Ya! saya salah satu pecinta mi hihi!

Setelah sampai tempat, oh ini mi ayam yang sering diunggah Mbak Fitri di media sosialnya! Ini memang pertama kali saya nyobain mi ayam satu ini, mengiyakan ajakan mereka karena saya sempat penasaran dengan mi ayam satu ini karena postingan Mbak Fitri. Saya penasaran dengan tempat menikmati mi ayam ini karena suasannya sepertinya beda dengan tempat makan mi ayam lain. Selain itu, kata Andhira ini salah satu mi ayam legendaris yang pernah ia coba dulunya yang sempat hilang peradaban (bahasanya ini lo) dan kemudian muncul lagi sekarang. Oke! tidak salah untuk tidak menolak!

Mi Ayam Malika dengan tempatnya yang sederhana, namun menawarkan rasa tak sederhana alias enak. Kata Andhira saja, ini adalah mi ayam nomor satu favoritnya, kenal rasa mi ayam enak ya dari Mi Ayam Malika ini. Terletak di tengah pemukiman, yang juga merupakan rumah sekaligus menjadi satu warung sederhana untuk menikmati mi ayam. Syahdu, awal kali saya merasakan demikian apalagi di tambah suasana selepas hujan menambah suasana syahdu.

Tempat yang sederhana dan bersih. Yah walau berada dalam satu rumah dengan pemilik, warung mi ayam ini sangat bersih dan menjadi nilai plus bagi saya. Disulap dengan menambah beberapa pajangan dinding sederhana, alunan musik islami sempat terdengar oleh saya. Ini mau makan mi ayam tapi bener-bener kerasa feel syahdu ala rumah, ala kampung, pokoknya nyaman.

Buat pecinta mi, selain rasa dan tempat ini patut untuk dikunjungi. Sembari menikmati senja dengan kehangatan dan kenikmatan dari semangkuk mi ayam. Mi yang tidak terlalu tebal, ini favorit saya. Porsinya yang pas alias nggak terlalu sedikit dan terlalu banyak, jadi untuk porsi saya mah pas banget. Walau saya sempat makan sebelumnya, toh ludes jadinya.

Semangkuk mia ayam bakso, ditambah suiran ayam. Biasanya mi ayam pakai potongan ayam berbentu dadu, tapi ini suiran tipis-tipis. Justu saya suka karena saya jarang bisa menikmati mi ayam dengan potongan ayam dadu. Entah kenapa saya tidak terlalu hobi dengan ayam yang banyak dagingnya. Kalian paham kan ? hihi belibet ngomongnya! kuahnya yang pas, gurih nikmat, dan tidak terlalu asin.

Kalian juga akan dapat tambah kerupuk pangsit satu mangkuk. Untuk pecinta kerupuk pangsit bergimbaralah ya. Kalau saya lagi-lagi tidak terlalu hobi dengan kerupuk pangsit. Dasar pemilih! jadilah Andhira bahagia dengan semangkuk kerupuk pangsitnya. Untuk semangkuk mi ayam original bisa kamu nikmati dengan harga 8 ribu saja. Mi ayam bakso cukup dengan 10 ribu. Jelas terjangkau bukan?

Menatap luar dengan pemandangan asri ala pemukiman, rindang, dingin selepas hujan turun, kemudian warna-warna senja mulai timbul. Benar-benar menikmati semangkuk mi ayam ini rasanya syahdu betul.

Informasi Selengkapnya :

Lokasi : Jl. Majapahit, Papungan, Kec. Kanigoro, Blitar, Jawa Timur 66171

Jam Buka : Pukul 11.00 – 20.00 WIB

Instagram : @mieayam_malika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *