Aman dan Nyaman Saat Ngopi, Mawas Diri Itu Penting

Saat aku udah bisa keluar rumah, tempat yang ingin sekali aku kunjungi adalah kedai kopi. Ya rasanya aku sungguh sangat merindukan aroma kopi dan kedai kopi. Benar-benar nggak sabar waktu itu.  

Ketika tatanan baru udah berlaku, aku langsung berkunjung ke kedai kopi favoritku. Beneran! Aku begitu kangen menikmati aroma kopi di kedai kopi. Walau di rumah juga masih bisa ngopi sih, bisa bikin dan order juga. Tapi, rasanya beda aja gitu.  

Baca Juga : Menebar Kebaikan dari Sebuah Kedai Kopi : Waiki Coffee and Eat Blitar

Dan biasanya aku sering menghabiskan waktu sendirian sih buat me time. Selepas terkungkung di rumah akhirnya bisa juga keluar. Kenikmatan tiada dua nggak sih? 

Nah biasanya me timeku ngapain aja sih kalau ke kedai kopi?

Kerja dan Nugas 

Nggak selalu me time juga sih, tapi ngerasa beda aja kalau nugas atau kerja di kedai kopi. Alasan simpelnya sih aku gampang terpengaruh dengan gravitasi kasur alias kalau di rumah kebanyakan leha-leha. 

Memilih untuk bekerja dan nugas di kedai kopi adalah salah satu cara supaya aku lebih bisa fokus, kerjaan nggak terlalu menumpuk, dan tentunya ditemani segelas kopi. Heem nikmat . . .

Biasanya aku mencari tempat duduk agak sepi dari pengunjung lain. Berkutik lama dengan si laptop, segera menyelesaikan deadline.  Setidaknya bikin aku lebih fokus dan tidak terganggu banyak bising orang. Plus, nggak bakalan tidur di tempat juga kan? Otomatis harus fokus kerja hihi. 

Baca Buku 

Tahun ini aku menyadari banget banyak buku yang aku baca. Pandemi ini memberikan dampak positif bagiku salah satunya ini, aku makin banyak menghabiskan waktu untuk baca buku. Yang biasanya harus meluangkan waktu buat baca, sekarang banyak waktu luang itu itu. 

Melakukan hobi lama yang biasanya nggak bisa aku lakukan. Dan baca buku di kedai kopi tuh rasanya juga beda. Aku juga makin fokus sama buku yang aku baca. Meneguk secangkir kopi , duduk di pojok kafe, membuka lembaran demi lembaran buku yang kubaca.

Berkutik dengan Diri Sendiri 

Hanya terpaku pada diri sendiri, duduk sendiri di satu sudut dan menikmati kopi. Begitu saja sudah membuatku rileks. Aku hanya perlu untuk fokus pada diri sendiri, menikmati momen. 

Saat inilah ada cara bagaimana aku bisa lebih memahami diriku sendiri. Kadang kita memang perlu meluangkan waktu untuk diri sendiri. Ketika lelah dengan segala keadaan, coba deh untuk lebih peka dan mengenali diri. Kurasa dengan menyediakan waktu untuk me time adalah cara tepat untuk memulihkan energi. 

Ngopi Nyaman dan Aman

Di masa pandemi ini juga aku harus siap sedia untuk selalu mawas diri. Walaupun udah bisa keluar rumah harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Ketika aku berkunjung ke sebuah kedai pun, aku lebih memilih tempat duduk yang jauh dari pengunjung lain. Membawa peralatan makan sendiri, dan tak lupa membawa penyanitasi tangan. 

Nah, biasanya aku pergi ke suatu tempat termasuk ke kedai kopi tuh kerap memanfaatkan ojek daring. Aku juga perlu tuh mawas diri juga. Semisal jaga jarak dan sering cuci tangan setelah berkendara bersama. 

Nggak hanya sampai di situ sih, selain antisipasi untuk diriku sendiri aku juga antisipasi diri untuk orang rumah. Apalagi mobilitasku di luar rumah juga sering, aku takut juga aku membawa virus tak baik itu. Sebisa mungkin untuk bersih-bersih dulu sebelum memasuki dan beraktivitas dalam rumah. 

Selain itu, kalau ngerasa badan udah nggak terkondisikan karena secara nggak langsung berinteraksi dengan orang di luar rumah ya harus cek kesehatan juga.  Sekarang sih nggak takut khawatir soal mau swab test dimana, soal hasil dan lamanya penanganan. 

Dengan melakukan swab test mandiri setidaknya kita sudah bergerak lebih cepat untuk mencegah virus korona ini. Banyak kok perusahaan sosial dan pendiri gerakan solidaritas #SwabAndSaveIndonesia untuk mendukung respons COVID-19 pemerintah dan masyarakat melalui pengujian PCR yang cepat dan akurat. 

Nggak ada alasan untuk lengah dan peduli dengan sekitar ya. Kalau bukan dari kita siapa lagi yang berperan ikut aktif juga menjaga diri agar terputus penyebaran virus ini. Supaya keadaan ini segera pulih dan kita bisa melakukan aktivitas bebas tanpa rasa takut. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *