Berpose dengan Buku di Kedai Kopi Punya Tulungagung

Edit dengan Canva

Main-main sembari bawa buku kali ini masih ke negeri seberang bagian barat, ya Tulungagung punya. Malah nggak ada selang dua bulan tuh, beberapa kali bertandang ke Tulungangung buat main-main ke beberapa kedai kopi.

Lagi-lagi ini sebagai jurnal pribadiku saja sih, perekam perjalananku bertandang ke kedai kopi baru yang kukunjungi. Ibaratnya momen-momen itu akan bisa kubuka kembali lewat jurnal digitalku ini.

Baca Juga :Tamasya ke Kedai Kopi Tulungagung

Ada kebahagiaan dan rasa puas tersendiri setiap ku berkunjung ke kedai kopi baru yang baru kuketahui. Ak pun selalu antusias untuk itu. Kopi susu benar-benar mampu memikat hatiku. Aura alias suasana kedai kopi juga punya tempat tersendiri untuk diriku.

Berpose dengan Buku

Hal baru yang kerap kulakukan adalah berpose dengan buku karena sekarang pun aku sedang membangun konten literasi. Dari awal mula, aku senang menghabiskan waktu di kedai kopi. Pun, untuk baca buku juga. Jadi, buku dan kedai kopi jadi satu hal yang secara nggak langsung ngembangin branding dari media sosialku khususnya intagram. Masif banget soal buku ya di instagram.

Kalau ditanya apakah selalu berpose dengan buku di kedai kopi saja? Tidak!

Aku ingin menularkan hal baik dengan cara lain, intinya tetap menularkan hal baik lewat konten literasi yang kubangun. Namun, memang suasana kedai kopi membangun mood baik salah satunya baca buku.

Inilah momen-momen berposeku di kedai kopi Tulungangung, yang juga baru-baru ini kukunjungi.

Resign di Foresthree Coffee

Foto dari Mbak Nisa

Bukan bukan! Aku nggak resign dari sana woi! Wong kerja di sana aja enggak! hehe.

Maksudku, aku kemarin ke sana bawa buku berjudul Resign karya Almira Bastari. Buku ini pemberian si teman. Sekarang ya kalau pergi ke mana-mana sering bawa buku. Kalau pas nggak sengaja main gini bisa sekalian jadi teman foto.

Nah, Foresthree Coffee ini salah satu kedai kopi favorit tongkrongan anak muda sini. Berada di Jalan Pangeran Diponegoro no 69, Tamanan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung yang lokasinya sangat strategis alias sangat mudah ditemukan.

Yap! kopi milik artis ini punya kesan tersendiri di hati saya. Nggak rugi! walau memang sedikit mahal, tapi enak si kopi susu doubleshot espresso. Dengan nuasa putih, terdapat sudut ngopi di dalam dan di luar ruangan.

Kedai kopi ini juga cocok untuk tempat baca buku karena aku juga sempat lihat di satu sudut Foresthree Coffee Tulungagung ini terdapat rak buku.

Keringat Tak Pernah Berkhianat di Kopi Yor

Foto dari Mbak Nisa

Coffee trip kali itu sebenarnya nggak ngide buat ke Tulungagung juga. Cuma kepengen me time baca buku dan balikin ke buku ke temen. Jadilah buku yang ada di tasku tuh cukup banyak. Ee tahu-tahu diajak Mbak Nisa buat ke Tulungagung. Dan ya pas banget buku-buku ini buat properti foto berkunjung ke kedai yang baru kukunjungi.

Sampai ke Kopi Yor pun jelas nggak ngide dari awal alias sekenanya. Kala itu pakai drama nyasar dulu, kebiasaan sotoyku tuh nggak berujung benar. Karena udah malam dan ngerasa capek muter-muter, udahlah ketemu kedai kopi satu ini. Kopi Yor berlokasi di Jl. Kyai Haji Wahid Hasyim No.71-99, Hutan, Kauman, Kec. Tulungagung, Kabupaten Tulungagung.

Foto dari Mbak Nisa

Cukup antusias walau dibilang mampir karena nggak sengaja. Aku nggak pernah nyoba Kopi Yor di Malang, jadi antusiaslah diriku ini. Namun, hari itu aku lumayan agak kecewa sama si kopi susu gula jawa yang kupesan. Mungkin bukan hari keberuntunganku kali ya.

Tapi, cukup terbayar dengan suasana ala bangunan lama kedai kopi satu ini. Saat itu aku berpose dengan buku yang aku pinjam dari Mbak Nisa. Kalau kataku kedai ini cocok buat ngumpul rame-rame.

Buku yang ku ajak yakni Keringat Tak Pernah Berkhianat karya Ahmad Muliono. Yang lagi kupegang ini belum selesai kubaca. Daripada menjadi santapan yang mubazir lebih baik kukembalikan dulu saja.

Resign Nongol Lagi di Kopi Pacco Tulungagung

Foto dari Mbak Nisa

Karena malam semakin larut dan kita si cewek bermotor harus segera menuntaskan coffee trip malam ini. Kira-kira jarak Blitar-Tulungagung tuh ditempuh sekitar 45 menit. Supaya sampai Blitar juga nggak kemalaman.

Pun, kita berdua (aku sama Mbak Nisa) dah hampir putus asa mau ke mana lagi, soalnya ya emang gini kalau nggak persiapan nggak punya lokasi pasti yang dituju.

Seperti si kedai kopi satu ini yang nemunya juga nggak sengaja pas jalan pulang gitu. Mencolok dengan bangunan besar, putih bersih. Bangunan peninggalan Belanda yakni Kopi Pacco.

Heran ya! banyak banget di sini tuh bangunan lama, termasuk bangunan bekas rumah Belanda dijadikan kedai kopi. Seperti Rumah Putih yang pernah k kunjungi sebelumnya. Kopi Pacco berlokasi di Jalan Kertosono – Tulungagung No.7, Kedung Indah, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.

Jujur, dari dua tempat sebelumnya, aku paling suka suasana aroma di Kopi Pacco ini. Rumah Belanda selalu memikat hatiku. Kopinya pun juga enak! si anak kopi susu ini jelas dong pesennya nggak jauh-jauh dengan itu. Aku pesen es kopi susu kelapa. Dan waw enak! seperti es kopi kelapa langganan ku di Blitar.

Baca Juga : Omah Cokro Si Kedai Kopi Spesialis Es Kopi Kelapa

Aku berpose denga si buku di teras kedai kopi satu ini dengan kursi putihnya. Cantik! Oh ya! penyedu kopi di sini yang kemarin kulihat tuh kebanyakan cewek! Eh penyedu kopi atau waiters juga ya, entahlah. Pokoknya lihatnya iri-iri dan takjub gimana gitu #nggak deng.

Itu dia rangkuman momen coffee trip lagi ke Tulungagung. Pose bersama bukunya nggak ketinggalan yaa cin. Selamat berakhir pekan ya kalian. Untuk harga kopi di ketiga kopi di atas, kalian bisa cek langsung instagram merek ya.

NB : Harap diperhatikan tahun penulisan postingan ya. Postingan ini juga bisa mengalami perubahan (jika penulis kembali berkunjung dan memiliki informasi baru). Jika ada penambahan informasi, penulis akan memperbarui secara berkala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *