Menikmati Senja di Taman Pecut Kota Blitar

Jangan terlalu lama terpuruk pada masalah.

Tiga hari lalu setelah saya mengurus perpanjangan masa aktif ATM ditemani Tutut, saya menyempatkan diri untuk mampir ke salah satu taman kota. Saya sudah lama kepengen ke sini, tapi kalah sama yang namanya minim kesempatan. Hingga rasa kepengen itu sudah mulai hilang, sampai si Tutut ngajakin saya buat mampir. Awalnya ogah-ogahan saja, kepengen langsung pulang karena lelah sebelumnya menunggu antrian di bank berapa jam lamanya. Namun, saya urungkan untuk mencari kesegaran beban pikiran yang lagi betah hinggap di kepala. Inilah saatnya mengunjungi Taman Pecut.

Blitar memang semakin berkembang, salah satunya terbukti dengan banyaknya taman kota yang mulai ada. Seperti taman kota sentul, taman kota green park, hingga baru-baru ini menjadi ikon juga nih yakni Taman Pecut. Memang kehadiran taman kota menjadi aset utama penyeimbang kehidupan yakni sebagai paru-paru kota. Taman kota juga sebagai sarana menumbuhkan sosialisasi di lingkungan perkotaan yang makin individualis. Serta tentunya menikmati kebersamaa dengan orang terkasih, keluarga atau teman. Pun, dapat melakukan aktivitas lainnya, berkumpul, berolahraga, serta β€œme time” sebut saja cari inspirasi.

Baca juga : Sembunyi di Balik Petang Green Park.

Tak ubahnya dengan Taman Pecut Kota Blitar, yang sangat bisa jadi alternatif pelarian hiruk pikuk kehidupan. Sejak awal kali taman ini dalam masa pembangunan tahun lalu, dalam hati saya bersyukur banget akhirnya ada taman di pusat kota selain Taman Kebon Rojo yang sudah ada sejak lama. Letaknya sangat strategis, benar-benar di pusat kota. Tepat di sebelah kantor Walikota Blitar, berseberangan dengan Alun-Alun Kota Blitar, dekat Masjid Agung Kota Blitar juga. Selain itu, dari stasiun dan terminal Blitar pun tak begitu jauh. Kalian yang berkunjung ke Blitar tak ada salahnya memasukkan taman kota ini menjadi list tujuan.

Sesuai dengan namanya, di Taman Pecut ini tedapat patung sebuah tangan yang memegang pecut atau cemati. Dari referensi yang saya baca, pecut ini melambangkan Pecut Samandiman yang merupakan pusaka Adipati Blitar. Patung tangan dengan pecut ini letaknya di tengah kolam air, dimana setiap malam akan ada pertunjukan atraksi air tersorot cahaya warna-warni dan diiringi musik. Setiap kali lewat, apalagi malam minggu sangat bisa dipastikan kawasan taman kota ini ramai akan pengunjung.

Ini suasana wisata malam Taman Pecut Kota Blitar. Sumber : Ulinulin.com

Taman kota menjadi destinasi rekreasi murah meriah karena memang tak dipungut biaya. Ya pantas saja banyak pengunjung yang memadatinya. Taman kota ini sangatlah nyaman karena bersih. Saya sudah pasti betah berada di tempat yang bersih. Walau pohon dan tanaman tak begitu penuh, setidaknya kesejukan mata menjadi poin pendukung. Fasilitas pendukung lumayan lengkap, mulai kursi taman, pendopo kecil, toilet, dan berbagi spot untuk berpose pastinya. Bisa banget menghabiskan waktu di Taman Pecut ini untuk rekreasi, berolahraga, mencari inspirasi, ataupun hanya duduk santai seperti saya.

Baca juga : Bung Karno dan Istana Gebang.

Sore itu saya dapat kesempatan bagus karena taman tak begitu ramai. Saya yang suntuk sedikit terhibur, bisa sedikit bernafas lega. Menikmati senja lebih khusuk. Walau terik sore itu cukup menyilaukan, tapi saya betah duduk di kursi tengah tepat menghadap patung tangan memegang pecut itu.

Saya cukup puas dengan hanya berkeliling jalan-jalan kecil, biar si teman saja yang mengeskplor mata lensa kamera ponselnya. Pun, saya suka berdiam sembari melepaskan beban perlahan. NYAMAN…

Info selengkapnya :

Lokasi : Jl. Merdeka, Kepanjen Lor, Kota Blitar, Jawa Timur.

Atraksi Air Mancur : setiap hari sabtu malam 19.30-21.00

13 thoughts on “Menikmati Senja di Taman Pecut Kota Blitar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *