Tamasya ke Kedai Kopi Tulungagung

Foto dari Mbak Nisa

Setelah sekian lama nggak nulis di sini alias ngeblog. Heemm mari kita awali dengan cerita main-main ke kedai kopi lagi. Eh kuawali sih maksudnya, ini blogku lo hello Ve!

Jadi gini …. emang sih nggak ada yang nanya dan nyariin. Akan tetapi, sok mau kasih klarisifikasi bahwasannya si manusia ini makin nggak bisa ngatur waktu alias jauh dari kata produktif.  Suka menunda-nunda pekerjaan, yang mana kalau udah hari H suka ribet dan stres sendiri. Manusia ini banyak kaburnya daripada menyelami kesalahan. Jadilah seringan haha alias glendor

Oke sudahi . . .  

Mengawali cerita main ke kedai kopi, kiranya ku awali main-main ke kota sebelah. Yuk ke Tulungagung dulu yuk!  

Kebanyakan nggak ada rencana jauh-jauh hari alias selalu dadakan. Sebenarnya untuk kebutuhan tesisku, jadilah memanfaatkan waktu sekalian seharian di Tulungagung. Ve langsung aja, selalu pakek basa-basi. Haha!!!

Surinala Culture 

Foto dari Mbak Nisa

Kedai kopi satu ini memang masuk daftar tempat yang ingin kukunjungi. Sebenarnya kunjungan pertamaku ke Tulungagung kemarin tuh juga pengen ke Surinala, tetapi masih belum sempat

Baca Juga : Mengunjungi Ketiga Kedai Kopi Ini, Tulungagung Punya

Kunjungan pertama ini sebagai tempat bertemuku sama teman buat bahas tesis. Memilih tempat yang udah cukup dikenal karena Surinala menjadi kedai kopi cukup terkenal dan terfavorit  di sini. 

Kalau soal konsep tempat, kedai kopi ini berkonsep industrial. Kedai kopi ini menjadi salah satu tempat tongkrongan favorit di sini.  Aku lupa sih pesan es kopi apa soalnya fokus sama laptop dan kerjaan. Tapi, ku sempat icip pesanan si temen yakni  es kopi susu dengan rambut nenek (namanya lupa hihi). Perpaduan cukup aduhai.

Eh malah yang jadi fokus tuh pemandangan sepanjang jalan depan Surinala lo. Tengah kota namun begitu rindang. Masih ku ingat banget suasananya. 

Kalau kamu bertandang ke Tulungagung, jangan lupa berkunjung dan menikmati suasana kedai satu ini. 

Hakui Kopi 

Foto dari Mbak Nisa

Hakui Kopi merupakan destinasi kedua setelah kerjaanku selesai.  Kedai kopi satu ini juga jadi tempat tongkrongan favorit anak muda sini. Siapa sih yang nggak kenal tongkrongan satu ini?

Hakui Kopi  cocok untuk tempat kerja juga. Suasana nyaman menunjang untuk kerja, diskusi, bahkan me time dengan tugas kuliahmu yang menumpuk #eh. Untuk harga memang sedikit lebih mahal dari kedai-kedai kopi yang ku kunjungi hari itu. 

Memutuskan untuk bawa pulang es kopi susu gula aren sih kemarin karena rada nggak enak perut. Jadilah nahan buat bawa pulang aja hihi. 

GeraiKopi

Foto dari Mbak Nisa

Kedai kopi satu ini sebenarnya nggak masuk daftar kunjungan. Ternyata Gerai Kopi baru saja buka saat ku berkunjung ke sana. Itupun atas rekomendasi temen. Jadilah berkunjung ke sini duluan  sebelum ke destinasi terakhir. Haha kalau niat safari kopi kek gini, sehari bisa ke 4 tempat . Yaaampuun . . .

Tempat mungil, bersih, dan tertata rapi. Waktu itu ku pesen es kopi kelapa (kalau nggak salah). Dari es kopi susu sebelumnya, aku lebih cocok ke es kopi susu di sini. Tapi, semua tergantung selera yaaa pembaca. Cocok juga buat foto-foto cantik untuk konten eh.  

Karena juga kemarin suasana nggak terlalu ramai, pun karena lagi masa pandemi juga. Aku jadi punya banyak waktu dan ruang buat ngobrol dan rehat sejenak sama teman. 

Kopi Titik Koma Tulungagung 

Foto dari Mbak Nisa

Aku pernah baca perjalanan ngopi alias tamasya kedai kopi milik Sophia Mega di blognya. Dan titik koma ini menjadi satu kedai yang menarik perhatianku sih lewat tulisannya di sini. Dan aku sendiri juga baru tahu si titik koma ada juga di Tulungagung.  

Cukup antusias buat ke sini karena dari awal juga sempat ngepoin. Selain kepengen nyoba kopinya, juga tertarik sama suasana kedai kopi ini. Bangunan lama yang disulap jadi sebuah kedai kopi tuh ngena beda kalau di aku. Suasananya bikin adem gitu sih. 

Foto dari Mbak Nisa

Untuk kopi, aku nyesel sih nggak pesen cappucino malah pesen es kopi. Dan ini pendapatku pribadi, aku kurang cocok. Saat itu aku pesen es kopi aren (kalau ku nggak salah inget)  dan kubawa pulang. Pas nyampek rumah, kurang nendang aja sih si kopi. 

Itu rangkuman singkatku main ke Tulungagung kemarin. Kalau ditanya, emang aku sekarang cukup antusias buat main ke kedai kopi. Selain pengen nyobain kopinya , aku lebih memilih suasana yang ditawarkan akan sebuah kedai kopi. 

NB : Harap diperhatikan tahun penulisan postingan ya. Postingan ini juga bisa mengalami perubahan (jika penulis kembali berkunjung dan memiliki informasi baru). Jika ada penambahan informasi, penulis akan memperbarui secara berkala.

2 thoughts on “Tamasya ke Kedai Kopi Tulungagung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *