Amphitheater Penataran, Salah Satu Sudut Favorit untuk Hunting Foto

Sebenarnya aku punya satu draf yang kepengen banget kutulis. Isinya sih curhat. Emm ya udah ini aja dulu ya. Sebuah tulisan sebagai ungkapan rindu main alias bolang.

Ide ini udah aku tulis singkat sih di instagram untuk 30HariBercerita. Kalau kalian ngingkutin instagramku, ini tahun ketiga setiap awal tahun aku ikutan menulis singkat di instagram selama 30 hari. Supaya konsisten nulis sih dikit-dikit. Oke sudahi!

Ternyata pandemi belum berakhir ya di tahun ini. Malah makin banyak kasus, termasuk juga di tempat tinggalku. Sekarang wilayah Kota dan Kabupaten Blitar sedang Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yah adiknya PSBBlah. Maka dari itu, hampir sebulan nggak banyak kegiatan yang bisa dilakukan di luar rumah alias kembali di rumah saja.

Aku sudah cukup menikmati dengan keadaan seperti ini, maksudnya sih nggak terlalu banyak masalah yang berarti jika harus di rumah aja. Kalau pas lagi bosen ya baca buku, nonton, maianan hape atau malah buka-buka album lama juga.

Baca Juga : Tips Betah di Rumah Selama Pandemi

Nah, nggak sengaja nemuin foto kira-kira setahun lalu ketika aku sama Tutut main-main cuma perkara untuk hunting foto dan cari tempat curhat. Kangen keluar nggak sih? kangen main gitu? Kalau lagi suntuk emang salah satu obatnya ya keliling alias main, walau nggak harus keluar kota ya.

Nggak punya tujuan jelas, yang penting keluar aja. Dari pagi si Tutut udah chat ngajak pergi. Nggak tahu mau ke mana, intinya semangat banget tuh bocah ngajakin keluar. Baru kutahu tuh, maksud dan tujuan dia ngajak keluar yakni mau main ke Gunung Kelud.

Astaga! ya kali ini dua cewe bolang sampai sana. Rada mikir juga sih walau aku yang diboceng, tapikan ya nggak harus nekat buat ke sana.

Selama di perjalanan ngobrol ngalur-ngidul dan akhirnya kita berdua memutuskan untuk belok arah. Alias ciut nyali buat ke tujuan awal.

Salah satu wisata sejarah milik Blitar selain Makam Bung Karno adalah Candi Penataran dan Museum Penataran. Kita berdua tetiba aja belok ke Museum Penataran. Rasanya udah lama banget nggak ke sana, entah kapan terakhir ke sini. Lupa hihi.

Baca Juga : Menjemput dan Menikmati Senja, di Kota Tua Milik Blitar

Waktu itu kita nggak ke Museum Penataran sih, tapi ke belakang museum karena niat hati nyari tempat curhat. Aslinya si Tutut tuh galau, alasannya ya ngajak pergi entah ke mana hihi.

Dan kita berada di sini, di Amphitheater Penataran ⁣. Baru kutahu sih bahwa di belakang Museum Penataran ini punya amphitheater. Yap untuk pagelaran seni dan budaya Kabupaten Blitar.

Walau tidak terlalu luas, tempat ini terlihat bersih dan terawat. Spotnya juga cantik untuk berfoto. Jadi, nggak heran banyak beberapa orang terutama remaja sih (kek kita hehe) berfoto di sini.

Sembari menunggu momen sepi untuk curhat, kita putuskan untuk ikutan ambil pose kek anak-anak sebelah kita. Gelanggang terbuka ini menjadi spot favorit juga buat anak-anak kekinian untuk berpose.

Bahkan anak-anak seusia SMP (sependaptku sih) rela bawa kamera (mungkin hasil sewaan) untuk mengambil pose cantik di sini. Beda banget sama kita yang cuma bermodalkan hape doang. Nggak apa hasilnya cukup memuaskan kok.

Background serba putih, dengan bangunan berundak inilah, sore itu menjadi saksi mata lensa si hape ambil gambar. Dan undakan ini pula tempat kita bercurhat ria.

Aku pamerin foto-fotonya aja ya. Lumayan sebagai perekam momen.

Informasi Selengkapanya :

Lokasi : Jl. Raya Penataran No.11, RW.06, Penataran, Nglegok, Blitar, Jawa Timur 66181

Biaya masuk : kemarin hanya biaya parkir 2 ribu saja.

NB : Harap diperhatikan tahun penulisan postingan ya. Postingan ini juga bisa mengalami perubahan (jika penulis kembali berkunjung dan memiliki informasi baru). Jika ada penambahan informasi, penulis akan memperbarui secara berkala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *