Tropis Coffee, Kedai Kopi Mungil Nan Sejuk

Ngerasa nggak sih? semakin dewasa tuh semakin sedikit kadar kita buat ngobrol atau menghabiskan tenaga untuk melakukan obrolan nggak penting. Ya udah! kalau lagi nggak mood ngobrol atau nggak ada hal serius yang dibicarakan ya mending diem aja.

Begitu pula denganku. Bahkan walau aku sedang bersama mereka, ketika sekiranya aku nggak paham dengan obrolan mereka atau malas menanggapi obrolan,ya mending aku diam saja. Bukannya apa-apa sih, lebih ke menghemat energi. Mungkin jadi pendengar saja saat ini karena kita nggak perlu dan nggak berkewajiban untuk tahu akan segala hal. 

Begitu juga soal ketertarikan atau antusias akan suatu hal.Kalau sekiranya kitanya emang belum atau bahkan belum tertarik, ya udah! Jangan dipaksakan. Akan ada pada masanya, siapa tahu kita justru tertarik akan hal itu.

Aku banyak belajar, untuk nggak mengikuti aturan, jalan, atau (apapun namanya) untuk selalu sama dengan orang lain. 

Contohnya nih ya!? kalau ada tempat yang lagi ngetrend nih ya, udah buru-buru aja kepengen datengin. Bukannya aku nggak pernah dalam fase itu, tentu pernah. Namun, seperti yang aku bilang di awal, udah mulai berkurang. Seperti halnya kadar berbicara, kadar akan beberapa hal juga berkurang. Lebih tepatnya mengetahui porsi diri aja. Begitu juga soal ini.

Kalau lagi ada kesempatan dan lagi kepengen ya hayuk aja. Kalau lagi nggak kepengen yaudah, nggak dipaksakan. Lagian main ke tempat baru bukan suatu keharusan yang buru-buru sih.

Kalau boleh jujur, sekarang aku pada tahap demikian. Di Blitar udah banyak banget tempat nongkrong (kafe/kedai kopi). Banyak pilihan alias tinggal pilih. Bahkan di akhir tahun kemarin aja, banyak kedai kopi baru bermunculan dengan hampir bersamaan.

Baca Juga : Kabur Sejenak ke Jasmine Coffee Blitar

Karena aku termasuk manusia yang suka berkunjung ke tempat baru apalagi menikmati suasana baru sebuah kedai kopi, hal itu menjadi kabar gembira juga. Namun, antusiasku akan itu udah cukup berkurang lebih  bisa kutahan. Ke sana kalau lagi ingin dan pas ada yang ngajakin. Nggak harus sekarang! Nggak harus menjadi orang pertama atau orang kesekian untuk mengikuti masa atau trend.

Tropis coffee si mungil sejuk

Malam itu hujan baru aja berhenti, tanah saja masih menebarkan aroma khas hujan. Bahkan tanaman dan pohon-pohon milik kedai kopi satu ini masih meneteskan air selepas hujan. 

Rindang, menjadikan malam itu juga makin kerasa lebih dingin. Aku menyukai suasana tempatnya, untung saja banyak tanaman. Jadi, walau tempatnya kecil masih lapang dan terlihat lega untuk menghabiskan waktu di sini. 

Hijau bikin suasana lapang, segar, dan kerasa lebih asri. Ditata sedemikian rupa agar semua berbaur indah. Kalau butuh space agak lapang ya di dalam ruangan. Tapi, kalau mau merasakan yang seger-seger dan sejuk di antara kehijauan, ya di luar. Duduk di kursi rotan dengan di bawahnya bebatuan. Cocok untuk nyantai sore-sore sembari merasakan semilir angin.

Jangan lupa hidangan di meja kalian. Pilih yang kalian suka dan minati. Di sini nggak hanya kopi, non kopi juga ada. Aku rekomendasikan sih pesan signature dari sini (si non kopi), maaf lupa namanya. Eeh juga! Siomay sama tahu waliknya, enak! Dah jangan lupa pesan itu buat temen ngobrolnya, enak  kok!

Tumben banget ya nulisnya macem gini. 

Informasi Selengkapnya :

Lokasi : Jl. Kapuas Kel. Bendo Kec. Kepanjenkidul Kota Blitar

Jam Buka : Selasa-Minggu, pukul 16.00-00.00 WIB

Instagram : @tropis.coffee

NB : Harap diperhatikan tahun penulisan postingan ya. Postingan ini juga bisa mengalami perubahan (jika penulis kembali berkunjung dan memiliki informasi baru). Jika ada penambahan informasi, penulis akan memperbarui secara berkala.

2 thoughts on “Tropis Coffee, Kedai Kopi Mungil Nan Sejuk

  1. Halo Vera, ini pertama kalinya aku BW ke tempat kamu!
    Domisili kamu Blitar ya? Deket dong sama Kediri. XD

    Ngomong-ngomong soal ngobrol, aku suka sama pemilihan katamu. Kita semua melewati fase yang sama, yang dulu pas umur remaja dan masuk fase usia dewasa selalu kenak FOMO. Semakin kesini, keknya mempertanyakan esensinya buat diri sendiri apa?

    Nggak ada yang salah dengan tetap menjadi yang pertama, mungkin buat sebagaian orang ini bisa memenuhi kebutuhan psikologisnya. Dan nggak ada yang salah juga sama kita-kita yang santuy dan melakukan sesuatu sebutuhnya kita aja. You do you, ini juga bukan aturan yang bikin kita dipidana 😀

    1. Hallo mbak 🙂 hiksss telat banget aku tahunyaa, moon maap 🙂 mbak salah satu panutanku 🙂

      bener mbak,,, udah jalanin aja gtu yaa selama itu bikin kamu bahagiaa dan nggak ngerugiin orang lain ye kan 🙂 mkash ya mbak 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *